Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Kampus STIE IBMI Medan Mempersulit Mahasiswa Yang Ingin Pindah

Friday, May 17, 2019 | May 17, 2019 WIB Last Updated 2019-05-17T15:09:18Z
Kampus STIE IBMI Medan.
MEDAN (Topsumut.com) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Internasional Bisnis Management Indonesia (STIE IBMI) Medan, diduga mempersulit mahasiswanya yang ingin pindah kampus.
Tudingan tersebut membuat mahasiswa resah untuk meminta hak nya kepada Yayasan STIE IBMI Medan. Hal ini, disampaikan oleh salah satu keluarga mahasiswa jurusan manajemen yang melakukan pengurusan untuk pindah kampus tapi sampai saat ini belum diberikan surat pindah.
“Saya sudah berulang kali datang ke kampus itu, menghadap langsung kepada ketua STIE IBMI Siswanto, SE, tetapi seolah-olah pihaknya mempersulit anak saya yang ingin pindah. Bahkan dia janji - janji untuk dikeluarkan surat pindah itu. Pertama, diminta orang tua datang, kedua, diminta buat surat dengan tanda tangan di materai, ketiga, Pimpinan diluar kota, yang anehnya lagi berkas di hotel sochi," Ungkapnya Ibu mahasiswa yang singkat namanya CRC kepada wartawan Topsumut.com, Jumat (17/05/2019).
Padahal anak saya yang bersangkutan sudah mengurus kepindahannya sejak beberapa minggu yang lalu. Disebut lagi, jika dia pernah juga menghadap ke Badan Pengurus Harian, Robert Kurniadii pertama kali, namun dia tersebut Robert  hanya bisa menunjukan surat permohonan pembukaan pembinaan di LLDikti. Memberikan solusi itu terkesan mempersulit mahasiswa untuk pindah.
Keluarga mahasiswa tersebut sudah mencurigai, upaya untuk menahan mahasiswa yang ingin mengajukan pindah karena ada masalah kampus yang diketahui status pembinaan. 
"Adanya masalah itu, saya selaku mahasiswa terpaksa pindah. Takutnya saya menjadi tidak jelas. Beberapa teman saya mahasiswa yang saya dengar kampus akan di tutup. Dengar itu saya sudah tidak aman kuliah disitu, harus lah saya pindah, itupun hak saya," ujar mahasiswa yang tidak mau sebut namanya.
Sementara itu, mahasiswa sudah melakukan kewajiban dengan membayar uang kuliah dari semester 1 (satu) sampai semester 8 (delapan), Namun kelulusan untuk dilakukan wisuda tahun ini tidak dijamin oleh pihak kampus.
"Sudah saya bayar kewajiban dikampus itu, bahkan proses mata kuliah sudah saya ikutin. Namun masalah kampus makin jadi menjadi, maka saya pindah. Karna selama ini saya merasa risau karna status pembinaan itu. Dengan itu, saya minta surat pindah namun tidak di berikan oleh pihak kampus," ungkap mahasiswa tersebut.
Dia pun berharap kepada pihak ketua STIE IBMI Medan untuk segera mengeluarkan surat pindah mahasiswa tersebut. Apalagi, gara-gara masalah pembinaan kampus tersebut akan mengancam masa depan pendidikan mahasiswa.
“Jika tidak dikeluarkan surat pindah itu kami akan menempuh jalur yang kami anggap benar, dengan mengadukan persoalan ini ke Kopertis atau LLDikti Sumut dan Ombusdman, terkait pelayanan administrasi,” Tuturnya. (Red)
×
Berita Terbaru Update