Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapolres Asahan Tangkap Pelaku (Pungli) Pengurusan Surat Tanah

Saturday, May 11, 2019 | 7:40 PM WIB | 0 Views Last Updated 2019-05-12T02:46:46Z
Kapolres Asahan Faisal Florentinus Napitupulu, SIK, MH.

Kabupaten Asahan (Topsumut.com) Kapolres Asahan Faisal Florentinus Napitupulu, SIK, MH, menggelar acara konfrensi Pers terkait keberhasialn Polres Asahan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua perangkat Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjung Balai dan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (11/05/2019).

Dalam paparannya, Kapolres Asahan mengatakan bahwa kedua tersangka adalah Kepala Dusun XII Desa Pematang Sei Baru dan Kepala Desa Pematang Sei Baru Kabupaten Asahan .

Dia juga menjelaskan bahwa tim reskrim Polres Asahan melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka karena diduga melakukan pengutipan liar (pungli) dalam  pengurusan surat Tanah di Desa tersebut.

Mantan Kapolres Nias Selatan ini juga menuturkan bahwa, "kedua tersangka sudah di amankan ke Mapolres Asahan dan akan kami  lakukan pendalaman terhadap kasus mereka dan selanjutnya kasus ini akan dikembangkan oleh pihak penyidik Polres Asahan,” Tegas Faisal didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, SiK.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Asahan, AKP Ricky Paripurna Atmaja  didampingi Kanit Tipikor, Iptu Agus Setiawan, menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut ialah berkat adanya informasi dari masyarakat yang sebelumnya melaporkan ke Polisi. 

"Selanjutnya kami langsung membentuk tim untuk mengungkap kasus tersebut,  selanjutnya Tim Polres Asahan langsung bergerak cepat kelokasi untuk  melakukan penindakan terhadap kedua tersangka. Setelah itu, tersangaka bertransaksi kami langsung meringkusnya," Ucapnya.

Disebutnya lagi, AHM  meminta uang sebesar 5 juta rupiah kepada korban Indra Susanto yang sedang mengurus surat tanah atas nama pemilik Sultoni pada Jumat 10 Mei kemarin.

"Pelaku AHM mengaku diperintahkan oleh HP. Kalau uang tersebut tidak diberikan maka surat tanah tersebut tidak akan diberi ke korban," kata Ricky.

Barang bukti juga kita amankan, Jadi barang buktinya berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta rupiah, handphone, surat keterangan tanah dan kwitansi. Semuanya sudah lengkap, makanya statusnya naik jadi tersangka.

Kasat Reskrim juga menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, "mereka diduga menggunakan modus seperti menghambat dan tidak akan memproses surat keterangan tanah apabila tidak diberikan uang," Tuturnya.

Atas perbuatannya kedua tersangka tersebut, Polisi Menjerat dengan pasal 368 KUHP atau pasal 12 Huruf e UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP .

(Ones)
×
Berita Terbaru Update