Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DPP Mahkota Gunungsitoli Minta Dinas Marga Provinsi Sumatera Evaluasi Kinerja UPTJJ Gunungsitoli

Monday, June 24, 2019 | June 24, 2019 WIB Last Updated 2019-06-24T08:22:53Z
Ujuk Rasa dari DPP Mahkota Gunungsitoli tiba di depan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara
MEDAN (Topsumut.com) Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Hukum Anti Korupsi Tano Niha (DPP MAHKOTA), Berunjuk Rasa Di depan Kantor Dinas Bina Marga Dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Utara, Perihal Dugaan Penyelewengan Dana Pemeliharaan Jalan Di Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, Senin (17/06/2019).

Dalam orasinya, massa yang berujuk rasa tersebut meminta pihak Dinas Bina Marga dan Bina Kotruksi Provinsi Sumatera Utara secepatnya mengevaluasikan kinerja Dinas Bina Marga Kota Gunungsitoli, Melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Gunungsitoli.

Aksi yang dipimpin oleh Analisman Zalukhu, SH, mengatakan pada aksi yang di lakukan hari ini karna keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan Provinsi di wilayah Kepulauan Nias. Saat ini, dimana sangat memprihatinkan, tidak dirawat /dipelihara, terkesan tidak diperhatikan oleh Dinas terkait.

"Kuat dugaan terindikasi dana anggaran pemeliharaan jalan Provinsi di Wilayah Kepulauan Nias sebesar Rp.10 Milyar lebih. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara, tahun 2018," katanya kepada wartawan Topsumut.com.

Selain itu, pengunjuk rasa menyampaikan bahwa kinerja Kepala UPTJJ Gunungsitoli tidak optimal serta tidak memiliki prestasi. Pendemo mengharapkan kepada Kepala Bina Marga dan Dinas Konstruksi Provinsi Sumut segera mencopot Kepala UPTJJ Gunungsitoli yang diduga telah selewengkan anggaran pemeliharaan jalan di Kepulauan Nias.

Ketika dikonfirmasi kepada Equator Jaya Daeli (Kepala UPTJJ Gunungsitoli), pihaknya tidak bisa memberikan keterangan terkait rincian / realisasi anggaran dimaksud dengan alasan data tentang itu sedang di BPK Perwakilan Sumut.

"Sedang dilakukan pemeriksaan," ucapnya pada Selasa (18/06/2019).

Atas kejadian tersebut, beberapa masyarakat pemerhati pembangunan, kepada Deteksi.co di Lotu Rabu (19/6/2019) menyampaikan, sangat disayangkan bila benar anggaran Pemeliharaan jalan Provinsi diselewengkan oleh oknum tertentu, padahal Pemprov Sumut sudah mengalokasikan anggaran untuk itu.

Coba kita lewat di jalan Provinsi Lintas Sawo - Lotu (Ibu kota Nias Utara) disana kita temukan jalan yang sudah berlobang bahkan seperti kubangan Kerbau dibeberapa lokasi, demikian juga di lintas Lahewa - Afulu terlihat sudah hampir sama dengan jalan yang hanya dibatui saja, warnanya pun sudah berubah menjadi abu-abu.

"Dilintas Lahewa - Afulu ini bila musim kemarau sangat mempritinkan dan mengakibatkan warga setempat terpaksa menghirup udara bercampur debu yang bisa membahayakan kesehatan, akibat jalan bukan lagi ditutupi aspal melainkan debu," ucap salah seorang Pemerhati pembangunan tersebut.

(Sumber dikutip dari media online Deteksi.co)

(Ones)
×
Berita Terbaru Update