Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketum GPI Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Dua Warga Nias

Saturday, September 28, 2019 | September 28, 2019 WIB Last Updated 2019-09-28T07:43:34Z
Ketua Umum Garda Peduli Indonesia (GPI), Frisdarwin, SH

MEDAN (Topsumut.co) Ketua Umum Garda Peduli Indonesia (GPI) Frisdarwin, SH meminta kepada Kapolsek Medan Helvetia, AKP Sah Udur Sitinjak untuk menangkap pelaku penganiayaan terhadap Robahati Nduru (28) dan Faoziduhu Sihono (30), yang terjadi di Jalan Simumba Karya, persis depan RSU Sufina Aziz Medan, Senin (23/09/2019) Sekira 16:00 Wib.

"Kita dari GPI meminta Kapolsek Medan Helvetia segera melengkapi berkas Penganiayaan hingga P21 dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan," kata Ketum GPI, Frisdarwin, SH kepada wartawan saat dimintai tanggapan terkait penganiayaan kedua pemuda Nias, Sabtu (28/09/2019).

Diketahui, salah satu pelaku penganiayaan tersebut diduga Oknum Polisi yang bertugas di Polda Sumatera Utara (Poldasu). Menurutnya, Polisi tersebut bukan menghakimi masyarakat tetapi Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat.

Lanjutnya, Kata dia, ia mengecam keras sikap oknum polisi yang main hakim sendiri. Hingga oknum tersebut menunjukkan arogansinya terhadap masyarakat. Seharusnya, oknum polisi itu sebagai teladan kepada masyarakat.

"Kami meminta atensi kepada Kapolri, Tito Karnavia dan kepada Kapolda Sumut, Irjend Agus Andrianto agar dugaan pelaku oknum polisi ditindak sesuai hukum. Meskipun Pelaku dan Korban ada melakukan perdamain, Namun, itu tidak menghilangkan proses hukum," ungkapnya.

Berita sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Berkat Kurniawan Laoly angkat bicara terkait kejadian kekerasan fisik terhadap kedua Pria Asal Nias Selatan yang dilakukan oleh Oknum Polisi yang bertugas di Polda Sumatera Utara.

"Kejadian itu sangat disayangkan. Sebab, pelaku penganiayaan tersebut tak lain dari anggota Polisi dari Polda Sumatera Utara. Polisi itu, mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat, bukan menghakimi masyarakat," kata anggota DPRD Sumut, Berkat Kurniawan Laoly kepada wartawan Topsumut.co, Selasa (24/09/2019) di depan Polsek Medan Helvetia usai dilakukan konfrontir terhadap korban.

Meskipun demikian, kata dia, Oknum Polisi tersebut diminta jangan terlalu arogan kepada masyarakat. Sebab korban yang mengalami kepala pecah dan muka memar karna awal ulah oknum polisi tersebut.

"Awalnya, oknum itu menuduh kedua korban maling. Sementara, kedua korban tidak terbukti mereka melakukan kejahatan. Hanya saja korban berhenti didepan rumah oknum polisi itu. Mereka menemui saudaranya yang bimtek di Medan. 

Namun oknum itu menunjukkan arogannya kepada korban, sambil mengatakan ngapain kau foto - foto rumahku, hingga melakukan pemukulan terhadap ke dua korban," ucap Berkat dengn menirukan kata oknum polisi tersebut.

Usai konfrontir di Polsek Medan Helvetia, Dari partai Nasdem ini, mengatakan sejauh ini sudah berkonsultasi terhadap Oknum Polisi tersebut. Namun Oknum Polisi tersebut menyarankan kepada keluarga korban bahwa masalah yang memicu kedua korban, apakah dilakukan perdamain atau kasusnya dilanjutkan saja.

"Soal itu, saya tidak mendorong keluarga korban untuk dilakukan perdamain atau juga dilanjutkan untuk membuat laporan. Saya hanya saja membawakan aspirasi korban untuk tentang masalah ini. Yang penting sudah kita lakukan konsultasi terhadap keluarga korban dan kepada Oknum Polisi yang bertugas di Polda Sumut itu," kata Berkat.

Ia berharap kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto, agak dilakukan pembinaan terhadap oknum polisi yang masih arogan terhadap masyarakat. Sebab yang dilakukan Oknum Polisi itu sudah merusak citra kepolisian di seluruh Indonesia ini. 

"Kita berharap kepada Kapoldasu, Bahkan kepada Kapolri, agar segera dilakukan pembinaan terhadap Oknum Polisi yang arogan terhadap masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik dari pihak kepolisian," ungkapnya.

Diketahui, Oknum Polisi yang melakukan penganiayaan tersebut bertugas di Polda Sumatera Utara. Ia berpangkat Kompol dan bermarga Hasibuan.

(Ones)

×
Berita Terbaru Update