Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sosialisasi Pembangunan SPBE di Desa Simanaere, Warga Tolak Menandatangani Surat Pernyataan

Wednesday, September 4, 2019 | September 04, 2019 WIB Last Updated 2020-06-07T09:45:05Z

warga tolak tandatangi surat pernyataan persetujuan pembangunan SPBE Gunungsitoli
GUNUNGSITOLI (Topsumut.com) Terkait pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Desa Simanaere, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, disoal oleh masyarakat. Pasalnya, proyek pembangunan tersebut diduga belum kantongi izin yang lengkap dan tidak ada sosialisasi kepada warga.

Sejumlah warga Desa Simanaere, Kecamatan Idanoi, Kota Gunungsitoli, menuntut pekerjaan proyek  relokasi Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tersebut. Mereka meminta pihak terkait agar diberhentikan pembangunannya.

Kemudian, beberapa hari yang lalu, warga membuat pengaduan melalui surat tertulis kepada berbagai pihak. Karena PT. Pertamina Gunungsitoli melakukan pembangunan SPBE di Desa Simanaere tanpa permisi dan tanpa sosialisasi terhadap lingkungan tersebut.

"Perusahaan itu benar - benar tidak punya etika, karna main proyek dan main dibangun saja SPBE tanpa permisi. Tak hanya itu lagi, Izin bangunan dan Izin Lingkungan, kami duga belum dikantonginya. Sehingga kami warga yang bermukim disekitar lokasi yang di bangun SPBE itu sangat kaget,' kata warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Untuk menyikapi hal tersebut oleh Pertamina Gunungsitoli bersama Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli mengadakan sosialisasi kepada Masyarakat Desa Simanaere yang keberatan tentang pembanguna SPBE Gunungsitoli.

Dari hasil penelusuran tim yang turut hadir pada saat sosialisasi tersebut yang dilaksanakan di Gereja Amin, Desa Simanaere, Rabu (4/09/19). Tampak hadir Kabag Perekonomian, Hasmas Sinaga, Camat Gunungsitoli Idanoi, Soniaman Gea, Kepala Desa Simanaere, Perwakilan Pertamina, Perwakilan PT. Elnusa, dan Perwakilan dari Polsek Gido.

Pada kesempatan itu, pertama, Kabag Perekonomian Pemko Gunungsitoli, Hasmar Sinaga mengatakan ia berharap agar pembangunan itu dapat berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Ditempat yang sama juga, Camat Gunungsitoli Idanoi, Dasma Telaulaumbanua mengatakan agar pembangunan tersebut dapat didukung oleh semua pihak.

Selanjutnya, dalam sambutannya Kepala Desa Simanaere, Soniaman Gea, mengatakan ia menyesali dengan tidak adanya sosialisasi sebelumnya kepada masyarakat ataupun Desa terkait pembangunan SPBE tersebut.

"Kami masyarakat merasa kecewa atas hal tersebut. Harusnya, sebelum melakukan kegiatan pembanguan itu di lengkapi dulu izinnya dan dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat," kata Soniman Gea.

Tak lama kemudian, ditempat yang sama, beberapa warga bertanya kepada Pemko Gunungsitoli terkait dampak bangunan yang tidak memiliki izin. Lalu, pada kesempatan itu, Lisdarahayu mewakli Pertamina Gunungsitoli, mengatakan bahwa Bangunan SPBE tersebut telah ia mengatongi izin dari Pemerintah Kota Gunungsitoli.

"izin banguannya lengkap dan sudah kita kantongi," ucap Lisdarayu.

Diungkapkan oleh warga yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut masih belum mendapatkan jawaban yang tepat dari pihak terkait yang datang saat sosialisasi tersebut,.

"Kami belum puas hasil sosialisasi ini. tadi kami tolak mendatangani surat pernyataan untuk disetujui pembangunan SPBE dilanjutkan pembangunannya. Namun kami tidak setuju karena main disodorkan saja oleh pihak perusahaan surat itu tadi," kata warga.

Terpisah, PT. Pertamina Operation Regional I Provinsi Sumatera Utara melalui Humas bernama Feni mengatakan bahwa untuk berkomentar atau memberikan keterangan terkait Pembanguna SPBE Gunungsitoli tersebut ia tidak memberikan ketrangan saat di wartawan topsumut.com melakukan konfirmasi, diruangan kerjanya.

"Melalui Manajer kami aja ya pak, saya tidak bisa ngomong soal itu. Semua yang bapak tanyai itu sama Pimpinan saja. Kebetulan manajer kami di Luar Daerah, besok atau lusa datang kembali," tuturnya saat ditemui wartawan Rabu (4/09/2019).


(Cobra/H)
×
Berita Terbaru Update