Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejaksaan Diminta Kembangkan Kasus Korupsi Bibit Karet Di Kabupaten Nias

Sunday, October 27, 2019 | October 27, 2019 WIB Last Updated 2019-10-28T06:49:20Z

NIAS (Topsumut.co) LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Mendesak Kejaksaaan Negeri Gunungsitoli untuk mengungkap kembali kasus korupsi pengadaan bibit karet di Dinas Pertanian Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2016.

"Kasus yang merugikan keuangan negara senilai Rp 850 juta itu sudah pernah kami laporkan pada tahun 2018 lalu. Hingga akhirnya Pengadilan Tipikor Medan telah menjatuhkan vonis terhadap 2 (dua) terdakwa yakni Pejabat Pembuat Komitmen yang berinisial (KDZ) dengan pidana 4 tahun 6 bulan penjara ditahan serta Kontraktor yang berinisial (DTBM) dengan pidana 5 tahun 6 bulan penjara ditahan. Namun kasus itu hanya mandek disitu saja, Padahal korupsi itu diduga dilakukan secara berjamaah", Ucap Ketua DPW LSM GEMPITA Kepulauan Nias, Sabarman Zalukhu, Kepada wartawan di Kelurahan Pasar, Gunungsitoli, Sumatera Utara. Senin (28/10/2019).

Sabarman menjelaskan dalam kasus yang merugikan keuangan negara itu terdapat 6 (enam) orang lagi tersangka lain yang pernah ditetapkan oleh Kejaksaan yakni berinisial (YZ, STT, EP, YS, VYL dan ST).

Dari 6 Tersangka, 5 di antaranya (Kecuali ST) mengajukan Pra-Peradilan di Pengadilan hingga akhirnya pada tanggal 28 Mei 2018 tuntutan prapid itu dikabulkan dan Kejaksaan dikalahkan.

Pasca pengabulan itu, lanjut dia, Kejaksaan langsung mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) yang baru pada kasus korupsi pengadaan bibit karet tersebut pada hari itu juga.

"Menurut informasi yang kami peroleh pasca dikeluarkannya sprindik baru, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi sebanyak 21 (dua puluh satu)orang saksi, diantaranya 2 (dua) orang saksi ahli dari LKPP dan BPKP Sumatera Utara. 

Bahkan oleh Kasipidsus saat itu (Yus Iman Harefa) membenarkan bahwa pemeriksaan saksi sudah selesai, tinggal menunggu penetapan tersangka. Menurut sumber informasi yang kita dapatkan pada saat itu, kalau berkas tersangka (ST) ini sudah resmi P21 (dilimpahkan ke Penuntutan) Namun hingga saat ini belum dikirim ke Pengadilan.

Dari pengamatan kita (pasca terbitnya Sprindik baru itu) semestinya Kejaksaan dapat kembali menetapkan tersangka baru, karena info yang kami dapatkan bahwa pemeriksaan saksi dan ahli sudah selesai semua, jadi apalagi kendalanya. Kemarin kita dengar kasus korupsi itu diduga sudah dihentikan (SP3) oleh Kejari Gunungsitoli. Tapi belum ada kepastian.

"Maka dari itu, Kita mendesak Pihak Kejaksaan untuk memberi kepastian hukum atas kasus korupsi tersebut. Serta meminta agar berkas tersangka (ST) segera dikirim ke Pengadilan oleh penyidik. Agar kasus ini terang benderang dan pihak - pihak yang terlibat dapat mempertanggung jawabkan nya", Pungkas Sabarman.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, Futin Helena Laoli, Tidak merespon sama sekali ketika dikonfirmasi via WhatsApp atas kasus korupsi pengadaan itu.


(Yas Gul)
×
Berita Terbaru Update