Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pembangunan Di Desa AEK Mata di Ragukan Warga

Tuesday, October 1, 2019 | October 01, 2019 WIB Last Updated 2019-10-01T08:45:37Z

PENYAMBUNGAN (Topsumut.co) Baru ini
Penggunaan Dana Desa di Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Duga keras ada permainan sang Kepala Desa, guna untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok kepala desa Aek Mata.

Didalam APBD Desa yang di pajang di muka kantor Pemerintahan Desa Aek mata terlihat jelas ke mana arah penggunaan Dana Desa atau alokasi dana desa misalnya Dana Desa tahun 2019 di pergunakan untuk program Bidang pelaksanaan pembangunan sebesar Rp ,529.241.000, bidang pelaksanaan pembangunan terdiri dari 1 pembangunan jalan lingkungan pemukiman Rp ,295.119.000 2 Pembangunan sumber air bersih milik Desa Rp 118.161.000 3 Pembangunan jembatan milik Desa Rp 115 961.000.

Dalam hal Dana Desa Bidang pelaksanaan Pembangunan di duga keras sengaja di permainkan oleh Kepala Desa Aek mata Andi Sahweri sebab pantauan Topsumut.co di lapangan tanggal 29 September 2019 ada di jumpai kegiatan program pembangunan dan pemberdayaan desa tahun  anggaran 2019,pembangunan jalan desa (rabat beton,/beton ) sepanjang 267m dengan nilai anngaran Rp 185.997.500.

Hal ini kalau di amati APBD Desa Aek mata tidak ada tercantum anngaran untuk pembangunan jalan Desa (rabat beton) yang ada adalah pembangunan jalan lingkungan dengan nilai anggaran Rp 295,961.000. sedangkan pembangunan jalan desa (rabat beton ) dengan nilai anggaran Rp 185.997.500.dengan panjang ,267 m tidak ada di cantumkan di APBD Desa tahun 2019 dan sesuai pantauan Top Sumut pembangunan rabat beton tersebut berada di wilayah perkebunan bukan di wilayah pemukiman .

Dalam hal tidak jelasnya arah penggunaan Dana Desa Aek mata ketika di sembangi wartawan Topsumut saat mencoba investigasi dan mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Aek Mata Andi Sahweri di rumahnya,sesampai di rumahnya Kepala Desa  tidak dapat di jumpai,  menurut keterangan warganya,bahwa Kepala Desa  Andi Sahweri sedang  berada di ladang yang juga berdekatan dengan lokasi  pembangunan rabat beton ,namun awak media Topsumut terus  mencoba  untuk bertemu tetapi   tidak berhasil, menurut keterangan warga setempat, Kades pergi ke kebun yang lain bukan berada di tempat yang di yang di informasikan dari awal oleh warga .

Terkait  adanya dugaan penyimpangan Dana Desa di Desa Aek mata Wartawan  Topsumut  mengkonfirmasi  Sekdes Aek Mata Nur ilmih di rumahnya pada hari Minggu 29 /9/2019,dalam penjelasannya Nur samasekali tidak mengetahui ada perubahan program yang di laksanakan, sebab saya saat itu  sedang  cuti,di karenakan dirinya lagi hamil.

"Saya lagi hamil kata semua program desa saat ini belum saya ketahui secara pasti,apa lagi adanya perubahan kegiatan yang sedang di laksanakan di desa," kata Nur.

Lanjutnya, " Saya juga belum di informasikan bahwa  ada pembangunan rabat beton di daerah perkebunan rakyat apa lagi berbeda nilai anggaran yang ada di papan informasi yang terpampang di  kantor,"ucapnya.

Lebih lanjut Sekdes menjelaskan.

"Maklum pak kondisi berat badan saya semakin lemah, dan semua kegiatan tidak saya ketahui perkembangan terakhir tentang pembangunan yang ada,sejauh mana yang telah di laksanakan oleh pihak pemerintah desa ",ucapnya dengan nada lesu sambiri mengakhiri pembicaraan .

Henri Husein Nasution salah satu pengamat pembangunan di Kab Mandailing Natal yang juga ketua DPC Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan, menanggapi  permasalahan Dana Desa di Desa aekmata.

Menurut Henri " bahwa perbedaan anggaran dana desa yang sudah di laksanakan oleh kepala desa Aek Mata jelas sudah melangar aturan yang ada, dari mana kepala Desa Aek mata bisa membangun rabat beton ke lokasi pertanian masyarakat sedangkan di APBD Desa Aek mata sudah jelas di buat untuk pembangunan jalan lingkungan, dan anehnya lagi agaran pembuatan rabat beton tersebut tidak tertampung di dalam APBD Desa," kata Henri .

Di tambahkannya ," kepala desa telah membuat kesalahan besar seba darimana ia bisa membangun rabat beton tidak di tampung anggaranya dalam APBD Desa ini nampaknya di duga dengan dibuat untuk menggelabui masyarakat Aek mata kita tunggu saja apakah bisa kepala desa Aek mata mempertanggung jawabkan anggaran tersebut apa bila sampai selesai nanti, sebelum adanya perobahan," ucapnya.

Hendri juga menjelaskan bahwa pihak JPKP, akan membawa persoalan ini ke pihak berwajib untuk di pertanggung jawabkan.

(M Rusdi)
×
Berita Terbaru Update