Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Soal Polemik Turnament Walikota Cup, ini Penjelasan Pemkot Gunungsitoli

Saturday, October 5, 2019 | October 05, 2019 WIB Last Updated 2019-10-05T14:32:07Z

GUNUNGSITOLI (Topsumut.co)
Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli, Sumatera Utara, menjelaskan aliran dana olahraga yang digelontorkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pasca beredarnya informasi ditengah masyarakat adanya dugaan penyelewengan anggaran olahraga yang menyebabkan molornya pelaksanaan turnamen sepak bola Walikota Cup Tahun 2019.

Kepala Bidang Pemuda & Olahraga (Pora) Disdik Kota Gunungsitoli, Andrie Zebua S.Pd, Kepada wartawan membenarkan bahwa turnament sepak bola Walikota Cup Tahun 2019 ditunda hingga Tahun 2020 mendatang.



" Penundaan turnament itu berdasarkan
dari Bapak Walikota, karena adanya kendala tekhnis dalam pelaksanaan nya", Ucap Andrie dikantornya. Kamis (3/10/2019) sore kemarin.

Untuk mendukung pelaksanaan turnament tersebut, lanjut Andrie, Pemerintah telah menggelontorkan anggaran dengan nilai Rp. 300 Juta dan Rp. 200 juta untuk pembinaan olahraga.

Turnament itu seyogyanya dilaksanakan pada awal bulan 2 atau bulan 3 Tahun 2019, Namun terus ditunda hingga bulan 5 dan ditunda lagi hingga bulan 9..

"Anggaran itu tidak melalui kami. itu langsung dikirim ke rekening KONI Kota Gunungsitoli oleh Badan Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah (BPKAD). Jadi kami tidak mengetahui soal urusan keuangan bahkan kami tidak dilibatkan waktu anggaran itu akan di hibahkan. Kami sebagai satuan mitra kerja hanya masuk pada tekhnis pelaksanaan", Tuturnya

Sedangkan Kepala BPKAD Kota Gunungsitoli, Yasokhi Harefa. SE, Ketika ditanya soal anggaran olahraga itu membenarkan bahwa pihaknya mentransfer langsung dana tersebut ke rekening KONI dalam bentuk hibah Tahun 2019.

"Anggaran itu sudah dikirim dengan dua pencairan SPD yakni Rp 200 Juta dan Rp 300 juta. Uang itu sudah ditarik oleh KONI", Katanya saat ditemui wartawan diruang rapat kantor walikota. Jumat (4/10/2019).

Perihal tertundanya turnament Walikota Cup, Yasokhi juga membenarkan bahwa telah terjadi penundaan beberapa kali hingga akhirnya Walikota melalui Bidang Pora Disdik Kota Gunungsitoli meminta agar pelaksanaan turnamen walikota cup dibatalkan untuk Tahun 2019 dan dilanjutkan pada tahun 2020.

Sedangkan terkait anggaran tahun 2019 senilai Rp 300 juta yang sempat digelontorkan pada awal tahun kemarin, Kepala BPKAD mengatakan bahwa pihaknya tengah menunggu pengembalian uang tersebut dari KONI Kota Gunungsitoli beserta laporannya hingga tanggal 31 mendatang.

"Ini aturan keuangan hibah. Jadi kita tunggu agar uang itu dikembalikan kepada Pemkot Gunungsitoli. Kalau sudah dikembalikan, nanti kita anggarkan lagi sesuai prosedur keuangan yang ada", Tandasnya.

Untuk diketahui, Selama seminggu terakhir telah beredar informasi yang berkaitan dengan gagalnya pelaksanaan turnamen Walikota Cup.

Hingga saat ini beberapa penggiat media massa tengah berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua KONI Kota Gunungsitoli perihal penundaan turnamen Walikota Cup hingga Tahun 2020 yang mana seharusnya terlaksana  awal atau pertengahan Tahun 2019 lalu.

(Yas Gulo)

×
Berita Terbaru Update