Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubernur Sumut Dan Brigjen TNI Untung Budiharto Tinjau Lokasi Banjir Badang,

Wednesday, January 8, 2020 | January 08, 2020 WIB Last Updated 2020-01-08T17:55:45Z


LABURA (Topsumut.co)
Brigjen TNI Untung Budiharto turut mendampingi Gubsu Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi dalam peninjauan lokasi banjir bandang di Desa pematang Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Kabuhanbatu Utara Rabu 8/1/2020.

Staf Kodam I/Bukit Barisan (Kasdam I/BB), Brigjen TNI Untung Budiharto turut mendampingi Gubsu Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi dalam peninjauan lokasi banjir bandang di Desa Pematang Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rabu (8/1/2020).


Peninjauan menuju lokasi dilakukan dengan menggunakan helikopter milik PT Sinar Mas, Heli take off dari Helipad Lapangan Hitam Makodam I/BB, Jln Gatot Subroto Km 7,5 Medan.

Selain Kasdam I/BB, turut serta dalam peninjauan itu, antara lain Waka Poldasu, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Kepala BPBD Sumut, Dr. Ir. Riadil Akhir Lubis, MSi, dan sejumlah pejabat terkait lainnya dari unsur Forkopimda Sumut.

Gubernur Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi mengatakan Peninjauan dilakukan dengan masih diberlakukannya Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang Labura. Di mana, masih ada dua korban yang sampai kini belum ditemukan.

Tetap bersyukur dengan silaturahmi walaupun keluarga kita masih ada yg belum ditemukan, ini semua adalah takdir Tuhan yang maha Esa,tegasnya
Saya Hadir disini untuk melihat keadaan masyarakat dusun Siria-ria dan membawa Bapak Kasdam I/BB dan Wakapolda Sumut.tambah Gubsu
Saya ucapkan turut berbelasungkawa atas korban banjir bandang, semoga Almarhum Husnul Khotimah.

Para Korban yang rumahnya rusak dan hilang/hanyut akan di Relokasi, memindahkan bangunan sebagai antisipasi apabila ada bencana yg sama dengan anggaran Rp. 40 M akan saya bantu melalui PUPR Provinsi yang nantinya akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Labura, Dandim 0209/LB dan Kapolres Labuhanbatu.ucap Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi.

Peraturan sebenarnya tidak dibenarkan rumah di pinggir sungai, jika kita ikutin pasti aman dan tolong diikuti,"tegasnya.

Sebagai wujud duka cita akan kita serahkan bantuan sembako dan santunan uang berjumlah Rp. 2 Juta per KK khusus yang rumahnya hanyut dan rusak parah, tuturnya  mengakhiri.

( Khairul Sipahutar S.H)
×
Berita Terbaru Update