Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Korban Trauma Karena Dihipnotis di Medan, Pelakunya Dilaporkan Ke Polisi

Tuesday, January 21, 2020 | January 21, 2020 WIB Last Updated 2020-01-22T04:12:14Z
Korban
MEDAN (Topsumut.co) Khairul Anwar (62), warga Jalan Pelita V Medan Perjuangan, Kota Medan, raut duka menjadi korban dugaan hipnotis pada hari Sabtu (11/01/2020) sekira pukul 19:30 Wib.

Pria yang bertopi hitam itu bergentar saat menceritakan ulang aksi pelaku yang ada komplotan mainnya sebagai penipu hingga pelaku berhasil menguras uang korban.

Sebanyak Rp 3.000.000 Juta berhasil pelaku menguras uang Khairul Anwar melalui komplotan pelaku yang merupakan dugaan hipnotis di Kota Medan.

Khairul Anwar mengaku dihipnotis para pelaku sehingga dia tak sadarkan diri dan mau saja menuruti permintaan pelaku melalui telpon selulernya.

Awalnya, Khairul Anwar sedang duduk di depan kampus Sutomo Medan. Saat itu, dia menerima telpon dari nomor yang dia tak kenal. 

Dari nomor tersebut berhasil meraut korban menawarkan barang berupa Join dari Malaysia. Korbanpun juga menurutinya karena barang yang ditawarkan tersebut beruntung besar. Hingga dia pastikan Join kepada para pelakunya.

Tak lama kemudian, karena korban sudah mau join, pelakunya beraksi dengan menelfon lagi korban untuk disetorkan uangnya kepada pelaku.

Korban juga meminta pelaku untuk jumpa agar uang di janjikan di berikan langsung ketangan pelaku. Namun pelaku tak mau jumpa, tapi pelaku menyuruh korban untuk dijumpai komplotannya di BNI Jalan Krakatau Medan.

Atas suruhan tersebut korban mengikuti permintaan pelaku dan mendatangi komplotan pelaku di BNI yang dijanjikan itu. Di BNI itu, perempuan yang masih gadis bersama anak - anak yang berusia 5 Tahun merayukan korban dengan menyetor uang yang sudah di suruh pelaku melalui telpon tadinya.

Alhasilnya, korban menyetor uang tersebut kepada pelaku di BNI Jalan Krakatau Medan. Setelah itu, hingga korban masih belum tak sadarkan diri sampai pulang kerumahnya di Jalan Pelita Medan.

"Saya gak sadarkan diri karena gak pernah saya alami hal itu. Disuruh saya nomor telpon itu untuk menyetor uang tersebut kepada anggotanya yang di Medan. Hingga kami ketemu di BNI Krakatau Medan," ujarnya.

Hal tersebut telah dilaporkanya di Polrestabes Medan, yang tercatat di LP/40/I/2020/Restabes Medan. Korban juga meminta pihak kepolisian agar melacak nomor telpon tersebut dan rekaman di CCTV BNI Krakatau telah tersimpan.

"Saya minta Polisi Polrestabes Medan agar segera di ungkapkan laporan pengaduan saya ini. Sebab, dikemudian hari agar tidak bertambah lagi korban seperti yang saya alami ini," harapnya.

(Ones)
×
Berita Terbaru Update