Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aliansi Komunikasi Wartawan Labusel Berikan Sembako Kepada Pemkab Labusel Ditengah Covid-19.

Wednesday, April 22, 2020 | April 22, 2020 WIB Last Updated 2020-07-29T09:29:17Z

LABUSEL. (Topsumut.co)  Sejumlah anggota dan Pengurus Aliansi Komunikasi Wartawan Labuhanbatu Selatan (ALKOWAR) Labusel berikan  sembako kepada pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan ditengah mewabahnya virus covid-19, diruang Humas protocoler gedung kantor Bupati Labuhanbatu Selatan lantai lll Desa Sosopan kecamatan kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan rabu 22/4-2020

Dalam pemberian sembako tersebut diberikan secara simbolis oleh ketua dan sekretaris serta didampingi sejumlah anggota Aliansi Komunikasi Wartawan Labuhanbatu Selatan (ALKOWAR) Labusel Pemberian sembako tersebut diterima oleh Humas protocoler Pemkab Labuhanbatu Selatan yang akan diserahkan kepada seluruh OPD selingkungan Pemkab Labuhanbatu Selatan, Bupati Labuhanbatu Selatan.sekda kab Labusel.

Pemberian sembako tersebut merupakan bentuk kekecewaan sejumlah awak media massa kepada pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan karena Pemkab Labusel  tidak begitu perhatian terhadap nasib sejumlah kuli tinta yang ada diKabupaten Labuhanbatu Selatan.

Adapun sembako yang diberikan oleh Aliansi Komunikasi Wartawan Labusel (ALKOWAR) Labusel kepada Pemkab Labusel diantaranya berupa beras 1kg ,1 butir telur.1 bks mie instan, 1/4 minyak goreng.

Saat penyerahan sembako tersebut ketika dikonfirmasi,Rabu 22/4-2020 ketua Aliansi Komunikasi Wartawan Labusel (ALKOWAR) Labusel, Porkot Pulungan, "mengatakan, saat masa pandemi wabah virus covid 19 ini, kita  harus ikut anjuran pemerintah, presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kita bersama sama untuk memutus mata rantai pencegahan wabah virus covid 19 corona,hindari keramaian, jaga jarak, rajin cuci tangan, serta berdiam diri dirumah.

Namun sayangnya ketika penyerahan sembako tersebut dihalangi oleh Kasat pol pp kesatuan satuan Polisi Pamong paraja Labuhanbatu Selatan sehingga awak media tidak dapat bertemu dengan Bupati, Sekda dan instansi Pemkab Labusel.m

Saat penyerahan sembako tersebut terjadi adu mulut antara wartawan dan Kepala satpol PP Labusel, sehingga akhirnya sembako diletakkan di meja paket Sekdakab Labusel.

Gusran kepala satpol PP Labusel, mengatakan," wartawan tidak wajar memberikan sumbangan kepada Pemkab Labuhanbatu Selatan, sebab kami masih punya gaji,karena ini dianggap sebagai bentuk penghargaan kepada kami, kata Gusran.

Porkot Pulungan mengatakan, apakah ada UU melarang tentang pemberian atau bantuan kepihak manapun, ujar Porkot.


Lebih lanjut Porkot mengatakan.
,"saat wabah virus covid 19 melanda bangsa yang telah merenggut ribuan jiwa, kita harus berusaha untuk memutus mata rantai guna pencegahan wabah virus corona, maka dengan mengikuti anjuran pemerintah mudah-mudahan kita dapat mengatasi masalah ini,namun yang kita kesalkan, kurangnya perhatian pemerintah terhadap sejumlah awak media massa, kita juga butuh makan untuk melanjutkan hidup,maka untuk ini jika pemerintah tidak memperhatikan nasib para kuli tinta, kami yang prihatin terhadap pemerintah kabupaten Labusel ini,. Jelas nya.

Lalu awak media melanjutkan pemberian sembako tersebut, ke kantor Dinas kominfo, setibanya diasana disambut oleh iskandar Zulkarnain Kabid informasi.

Khairuddin Nasution sekretaris, Aliansi Komunikasi Wartawan Labusel (ALKOWAR)," mengatakan,"pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan harus memperhatikan nasib kami,kami juga manusia biasa yang butuh makan, kami juga punya keluarga,anak dan istri kami butuh makan, puluhan miliar anggaran pemerintah untuk dana covid 19 bukan buat seremonial serta pencitraan pejabat,sehingga untuk itu kita dari ALKOWAR memberikan sembako kepada Pemkab sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Pemkab Labusel.,"katanya.

Lebih lanjut Khoir jabrik yang biasa disapa, mengatakan," kami sangat kecewa kepada Pemkab abusel, dimana dalam dua tahun belakangan ini, pemerintah kabupaten Labusel kurang perhatian kepada kami, kuli tinta ini,yang dana publikasi media massa yang kurang transparan serta sejumlah temuan BPK mengatakan bahwa dana publikasi merupakan pemborosan, sehingga pada tahun ini kami kurang harmonis dengan Pemkab Labusel, ditambah lagi menjelang Ramadhan uang koran yang ada di setiap OPD dikurangi dengan alasan covid 19,bahkan ada yg belum dibayarkan,hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten Labusel tidak bersinergi dengan wartawan,mudah-mudahan dengan pemberian sembako dalam suasana covid 19 para pejabat Labusel punya hati dan pikiran." Cetusnya kesal.



( R sitompul.)
×
Berita Terbaru Update