Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Warga Dipebolehkan Pulang, Setelah Di Karantina 14 Hari Di Rumah Singgah TWI Dairi.

Thursday, May 7, 2020 | May 07, 2020 WIB Last Updated 2020-05-07T12:15:25Z


DAIRI  (Topsumut.co)  Gugus Tugas Percepatan Penaganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Dairi memulangkan dua orang warga yang telah selesai menjalani isolasi atau karantina selama 14 hari di rumah singgah yang berlokasi di Taman Wisata Iman (TWI) Kecamatan Sitinjo, Rabu (6/5/2020) ditandai dengan acara pelepasan oleh Bupati Dairi, DR Eddy Keleng Ate Berutu selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Rotua Panjaitan , selaku penanggung jawab Rumah Singgah TWI yang juga Plt Dinas Parawisata Kabupaten Dairi mengatakan, jumlah penghuni rumah singgah TWI berjumlah 42 orang, dengan rincian laki-laki sebanyak 11 orang  dan perempuan 31 orang.

“Untuk status  ODP 3 orang dan dalam pantauan 39 atau statusnya Pelaku Perjalanan. Pasien yang selesai dipantau ada 2 orang atas nama Rony Sianturi dan Delfi Sitorus. Sudah menjalani masa karantina 14 hari dan telah dilakukan rapid test dengan hasil negatif. Sebelumnya Ronni datang dari Zona merah yakni dari kota Medan dan Delfi dari Malaysia,” terang Rotua.

“Sharing atau konsultasi dengan petugas medis rutin kita lakukan dengan warga yang dikarantina, makan tiga kali sehari, diberikan ekstra puding dan juga tambahan makanan buah-buahan," sebutnya.

Rony Sianturi , salah satu pasien yang sudah menjalani isolasi karantina mengucapkan terimaksih kepada Gugus Tugas dan segenap jajaran Pemkab Dairi khususnya kepada Bupati Dairi DR.Eddy Keleng Ate Berutu. Karena selama dirinya menjalani isolasi karantina di Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo diperlakukan dengan baik dan dilengkapi fasilitas dan sarana prasaranan yang baik dan memadai untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Dairi.

“Hari ini, saya  selesai menjalani isolasi dan akan pulang ke rumah untuk bertemu keluarga. Kepada teman-teman semua semoga sehat selalu, jangan lupa sharing kebahagian kalian di media sosial agar keluarga dan warga di kampung kita masing-masing tidak khawatir dan justru ikut senang melihat dan merasakan apa yang kita rasakan. Semoga badai virus Corona Covid-19 ini segera berlalu dan perekonomian kembali membaik,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Dairi DR. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, Covid-19 merupakan virus yang sangat berbahaya, karena hingga sekarang ini belum ada obatnya dan saat ini pula negara-negara di Eropa sudah menggabungkan diri  menyumbang dana yang besar kepada lembaga pendidikan dunia untuk mencari vaksinnya.

“Oleh karena itu kita harus waspada terhadap wabah Covid-19 ini. Kita lihat banyak sekali warga yang meninggal karena Covid-19 ini. Sehingga Pemerintah Indonesia  sigap menjaga seluruh rakyatnya, agar terhindar wabah virus yang mematikan ini.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari protokol kesehatan, dimana siapa saja tanpa terkecuali, apabila ada indikasi terpapar Covid-19 harus di isolasi atau karantina selama 14 hari. Kita berusaha untuk menyedikan semua fasilitas bagi warga, agar nyaman selama menjalani isolasi. Terimakasih atas kesadaran dan ketaatannya terhadap aturan protokol yang ditetapkan pemerintah selama di rumah singgah TWI ini. ” ucap Eddy Berutu.

Lebih lanjut Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, Trend Covid-19 di Kabupaten Dairi membaik, pada awal-awal itu sangat tinggi.Tapi sekarang menurun dan kasus ODP sekarang tinggal 7 orang .

“Kita tunggu jatuh temponya, semoga semua sampai 14 hari nanti nasilnya negatif, sehingga kita semua bisa pulang bertemu dengan keluarga dan ODP kita nol,” sebut Eddy.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu juga berpesan kepada para warga yang menjalani isolasi karantina di TWI agar turut serta sebagai agen yang terlibat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Mari pakai seluruh media yang ada , seperti media sosial untuk menyampaikan  pengalaman saudara-saudara sekalian, bahwa isolasi itu tidak gampang tapi segera berlalu.

Dan saya juga mengimbau kepada warga yang ada diperantauan untuk tidak pulang kampung atau mudik untuk sementara waktu sampai wabah ini selesai. Dairi Sehat, Dairi Kuat Bersama kita Bisa," pungkasnya.




( Nining ).
×
Berita Terbaru Update