Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasatpol PP : Ucapan Makian Itu Tak Sesuai, DPRD Gunungsitoli Menyesalkan.

Tuesday, June 16, 2020 | June 16, 2020 WIB Last Updated 2020-06-17T05:13:44Z



GUNUNGSITOLI (Topsumut.Co)
Pasca viralnya dijejaring sosial terkait video makian oknum pejabat Satpol PP Gunungsitoli, Sumatera Utara, ketika melakukan penggusuran pedagang kaki lima, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Eko Aryanto Zebua, menilai bahwa insden berupa makian yang viral di medsos itu sudah menyalahi standar operasional prosedur (SOP) dalam penertiban.

Namun soal penertiban, Eko membenarkan bahwa dirinya yang memerintahkan jajaran personil Satpol PP untuk menertibkan sejumlah pedagang kaki lima yang kerap berjualan disejumlah trotoar diseputaran Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli.

Sedangkan terkait aksi penertiban berupa pengangkutan barang dagangan, Dia berkilah bahwa tindakan penertiban tersebut telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur.

"Tindakan memaki itu sudah menyalahi prosedur. Namun benar bahwa saya yang memerintah kan dilakukannya penertiban, Bahkan saya sudah tanda tangani surat perintah tugas (SPT)", Katanya via telepon seluler. Selasa (16/6) malam

Kasatpol PP ini mengklaim bahwa pihaknya telah berulangkali menghimbau para pedagang tersebut agar tidak berjualan di trotoar namun tidak dipedulikan.

Bahkan para pedagang tersebut (lanjut dia) ikut meledek dan mempermainkan petugas dilapangan. Tindakan penertiban itu dilakukan ketika empat kali dilakukannya patroli oleh petugas Satpol PP.

Soal adanya informasi tindakan kekerasan, Eko juga mengklaim bahwa dirinya tidak melihat ataupun mengetahui adanya aksi kekerasan tersebut.

"Sudah berapa kali dihimbau. Tapi di abaikan. Kita sering melakukan patroli, saat patroli keempat kalinya disitulah para petugas mengangkat barang dagangan. Mungkin aksi mereka itu spontanitas dan semua orang punya batas kesabaran", Terang Eko.

"Divideo yang kami miliki kita tidak melihat aksi kekerasan", Tambahnya

Sedangkan Ketua Komisi 1 DPRD Kota Gunungsitoli (Saharman Harefa), kepada wartawan via seluler, Rabu (17/6/2020) pagi, Menyesalkan adanya tindakan oknum Satpol PP Gunungsitoli yang berlaku demikian dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) beberapa hari lalu hingga videonya viral di jejaring sosial.

Saharman mengharapkan agar kiranya Pemerintah Kota Gunungsitoli mengambil tindakan tegas atas insiden tersebut.

Tidak hanya itu, Dia menegaskan akan melakukan rapat internal untuk memanggil Pimpinan Satpol PP Kota Gunungsitoli untuk bertanggungjawab atas insiden memalukan tersebut.

"Kami akan melakukan rapat terkait masalah oknum petugas Satpol PP Gunungsitoli ini", Pungkasnya

(Cobra/R)
×
Berita Terbaru Update