Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengamat Hukum : Jokowi Harus Turun Tangan Tangani Kasus Novel Baswedan

Monday, June 15, 2020 | June 15, 2020 WIB Last Updated 2020-06-15T11:26:28Z

MEDAN (Topsumut.co) Pengamat Hukum dari Kantor Hukum dan Keadilan, Deta Desra Gea, SH menilai telah terjadi ketidak adilan dalam tuntutan terhadap 2 pelaku penyerangan air keras Novel Baswedan yang hanya mendapat hukuman 1 tahun dengan sebab tidak sengaja melukai mata Novel.

Menurutnya, dalam penegakkan hukum terkait kasus Novel Baswedan, Jaksa harus memperhatikan 3 tujuan atau cita hukum yaitu kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan. Ketiga unsur tersebut menjadi satu paket dalam hukuman yang diberikan.

"Ketiga unsur ini harus ada semuanya. Tidak bisa dipilih satu," kata Deta Desra Gea, SH kepada Topsumut.co, Senin (15/6/2020).

Kepastian hukum yang dimaksud pemberian hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku dalam Undang-Undang. Unsur keadilan yang dimaksud adalah hukuman yang diberikan harus sebanding dengan kesalahan yang dilakukan.

Sementara kemanfaatan adalah hukuman harus memberikan manfaat, baik itu efek jera maupun dampak positif bagi banyak orang khususnya korban. Sementara dalam perkara tersebut tujuan kemanfaatanya (sosiologis) bagi korban tidak berpihak.

"Nah, kalau kita lihat dalam kasus pak Novel Baswedan, ketiga tujuan hukum tersebut tidak ada keberpihakkan kepada si korban rasa keadian tidak tercapai," sebutnya pria yang masih menempuh Magister Ilmu Hukum di Universitas Sumatera Utara itu.

Jika tuntutan seperti ini tetap dipertahankan, maka akan menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum itu sendiri ke depan. Khususnya terhadap kinerja kepolisian dan kejaksaan dalam menangani perkara hukum yang lain.

Untuk itu, Deta juga meminta kepada Presiden agar turun tangan menangani perkara penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Serta, mengevaluasi kinerja Kejaksaan dan Kepolisian yang menangani kasus tersebut hingga memunculkan tuntutan 1 tahun penjara bagi kedua pelaku.

(Tim).
×
Berita Terbaru Update