Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekda Pemprovsu Terkesan Tidak Profesional

Sunday, June 7, 2020 | June 07, 2020 WIB Last Updated 2020-06-08T05:17:49Z

MEDAN  (Topsumut.co) Carut Marut penanganan penanggulangan Covid-19 oleh  Pemprovsu telah lama disorot publik. Elemen rakyat menilai hal itu diduga karena kinerja Sekda Provsu Sabrina Dalimunthe Yang di Nilai Tidak Profesional Alias (Amburadul)

Hal tersebut diungkap Sekjend DPP Masyarakat Pegiat Anti Narkoba Republik Indonesia (MAPAN RI) Andhy Nainggolan kepada wartawan, Minggu (7/6/2020).

Menurut Andy, semerawut penanggulangan Covid-19 di Sumut telah teridentifikasi sejak pemangkasan anggaran hingga 66 persen di sejumlah OPD Pemprovsu.

“Selain ada kesan tarik-menarik kepentingan, kini malah terindikasi penyalahgunaan anggaran penanganan Covid-19,” kata Ketua Divisi Project Majelis Ekonomi PW Alwashliyah Sumut tersebut.

Kata dia, Sabrina sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Pemprovsu, dinilai tidak mumpuni.

Salah satu contoh penggunaan APBD yang dialihkan ke penanggulangan Covid-19 yakni penyewaan hotel tenaga medis serta dana sosialisasi Covid. Dimana notabanenya Pemprovsu memiliki fasilitas yang memadai untuk dua kebutuhan tersebut.

Belum lagi soal Bansos Sembako, yang pengucuran anggarannya begitu besar, tapi di lapangan karut-marut sampai pada indikasi penyelewengan dan penyusutan nilai paket.

“Sekda Provsu seharusnya filter akhir sebelum kebijakan penganggaran Pemprovsu disahkan. Kalau diselewengkan, lebih baik anggaran tersebut dialokasikan untuk dana rehabilitasi para pengidap narkoba agar bisa menambah SDM yang sehat,” ujar Andhy.

Jika saja Sekda Prvsu benar-benar berkompeten, maka indikasi pemborosan anggaran dalam penanggulangan Covid-19 bisa dicegah.

“Kami berharap, KPK menginvestigasi ini. Pertanggungjawaban Sekda Provsu Hj Sabrina selaku Ketua TPAD harus diminta. Diduga ada sejumlah oknum yang meraup keuntungan dibalik bencana nasional Covid-19 ini,” kata Andhy.

Disisi lain, Sabrina yang merupakan panglima pelayanan masyarakat Sumut dinilai tidak mumpuni mewujudkan visi misi Gubsu-Wagubsu yang sudah tersusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“APBD kita disusun melalaui mekanisme yang panjang, bahkan sejumlah kegiatannya merupakan hasil  Musrenbang. Tapi kalau Sekda nya tidak jeli, ya jauh panggang dari api,” kata Bendahara Umum DPD Pemuda Mitra Kamtibmas Polda Sumatera Utara itu.

Andhy mengingatkan, dua tahun kinerja Gubsu-Wagubsu belum menunjukkan gebrakan yang nyata.

“Dari segi infrastruktur pembangunan, pariwisata, investasi, pendidikan serta peningkatan kualitas SDM di Sumut, belum,” jelasnya.

Sekda Provsu, Sabrina Dalimunthe saat dikonfirmasi terkait ini via pesan WhatsApp pada Minggu, (7/6/2020), malam, hingga berita ini ditayangkan, belum ada balasan.

(Roch
×
Berita Terbaru Update