Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Istri Menangis Histeris Karena Suami Meninggal, Sahabat Budieli Laia Ucapkan Turut Berduka Cita

Tuesday, September 22, 2020 | September 22, 2020 WIB Last Updated 2020-10-14T04:31:04Z

Foto Gabung sumber/Topsumut.co



MEDAN (TOPSUMUT.CO) - Setiap yang hidup pasti akan menjumpai kematian. Setiap ada pertemuan, tentunya ada perpisahan. 


Hal ini merupakan sebuah kepastian dalam hidup yang dialami oleh Yuliana Zebua yang merupakan istri dari anggota DPRD Sumatera Utara, Budieli Laia.


Pasalnya, suami tercintanya Budieli Laia meninggal di RSU Royal Prima Hospiral Medan akibat penyakit gejala Hipertensi, pada Senin (21/9/2020) sekira pukul 06:00 Wib.


Kepergian orang yang dia cintai itu, menyisakan duka yang mendalam. Sehingga, Yuliana Zebua menangis histerius saat pelepasan jenazah suaminya di gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa (22/9/2020).


Ketika ditemui wartawan Topsumut.co, Yuliana Zebua tidak bisa berkomentar. Dia terlihat perpisahan kepada suaminya Budieli Laia sangat menyakitkan dan memberikan rasa sedih yang mendalam.


Apalagi, suaminya Budieli Laia seorang yang humanis, tidak egois, kritik, dan bersikap baik. Bahkan, bertanggungjawab dalam tugas maupun dalam keluarga.


Atofona Laia alias ama Citra yang merupakan bapak tua Budielia Laia kepada Topsumut.co menyampaikan turut berduka secara mendalam, baik secara pribadi, maupun secara keluarga.


Atofona Laia menambahkan, almarhum Budieli Laia sudah banyak berbuat untuk di Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut) secara keseluruhan dan jasa-jasanya patut dikenang.


Apalagi, Budieli Laia masih dalam memperjuangkan pemekaran Nias Timur yang masih bergabung di Kabupaten Nias Selatan.


"Tugas kita semua melanjutkan apa yang telah beliau mulai dan kerjakan selama hidupnya. Sebab, Alm Budieli Laia masih dalam memperjuangkan pemekaran Nias Timur yang masih tergabung di Kabupaten Nias Selatan," kata Atofona Laia.


Dia mengatakan, pihaknya tidak bakal terlupakan kenangan - kenangan bersama Budieli Laia saat menjadi anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan dan DPRD Sumatera Utara.


Akan tetapi, Atofona Laia hanya bisa mendoakan jasa alm Budieli Laia agar tenang dialam sana dan ditempatkan disisinya oleh Maha Kuasa.


"Saya sendiri banyak kenangan dari dia. Kenangan tersebut tak akan terlupakan. Doa kami semoga beliau tenang di alam sana dan ditempatkan disisinya oleh maha Kuasa," ujarnya.


Sedangkan rekan Budieli Laia dari dapil Nias turut juga berduka cita sedalam - dalamnya. Mereka sangat kehilangan dari enam orang anggota Dewan dapi Nias terpilih di DPRD Sumatera Utara.


Diantaranya, Thomas Dachi. Dia mengatakan bahwa dirinya masih ingat saat bersama dengan Budieli Laia berhobi sekali bernyanyi dan main catur. 


"Hobinya itu nyanyi dan main catur kalau makan sirih itu budaya saja".


Dia juga menyampaikan turut berduka cita sedalam - dalamnya atas meninggalnya rekannya juang Budieli Laia.


"Saya turut berduka cita atas meninggalnya teman saya Budi Laia. Saya juga merasa kehilangan teman yang baik seperti dia," kata Thomas Dachi dari fraksi Gerinda kepada Topsumut.co.


Sedangkan Berkat Laoli dari fraksi Nasdem mengatakan meninggalnya sahabatnya Budieli Laia dalam perasaan dirinya yang campur aduk mengenang almarhum Budieli sebagai pribadi yang kritik dan tegas.


"Beliau sangat baik dia punya ciri khas tersendiri dalam menyampaikan pendapatnya di setiap rapat. Dan orangnya tegas, vokal. Kalau kita berdebat atau ada pemikiran yang berbeda hanya dikantor saja, tapi kalau di luar kita kompak, tetap sahabat," ujarnya bernada sedih.


Berkat masih merasa terpukul meninggalnya Budieli Laia. Dia tidak terlupakan perjuangan Budieli Laia yang belum tuntas, yaitu persoalan pendidikan, khususnya persoalan honor guru serta fasilitas pendidikan di Kepulauan Nias.


"Apa yang dia berbuat tetap kita ingat. Lalu, perjuangan saat kami bersama, tetap saya perjuangkan. Selamat Jalan sahabatku yang terbaik, semoga ditempatkan disisinya oleh maha Kuasa," pungkasnya mengakhiri kepada topsumut.co.


(OL/Tim)

×
Berita Terbaru Update