Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Raker DPRD Sumut ke Daerah Toba Diduga Habiskan Anggaran Rp 2,5 M

Wednesday, September 16, 2020 | September 16, 2020 WIB Last Updated 2020-09-17T01:25:52Z


MEDAN (Topsumut.co) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara melaksanakan rapat kerja (raker) ditengah pandemi covid -19 di Kecamatan Balige, yang merupakan ibu kota Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (16/9/2020).


Keberangkatan Anggota Dewan itu, tanpa ada sosialisasi kepada Publik. Meskipun, dugaan anggaran tertelan berkisar Rp 2,5 M yang diambil dari APBD Sumut. Rapat kerja itu juga dilakukan selama tiga hari berturut - turut di salah satu hotel berbintang empat di Kabupaten Toba.


Ketua DPRD Sumatera Utara, Drs Baskmi Gunting ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, membenarkan keberangkatan seratus Dewan itu raker di Kabupaten Toba.


Dia mengatakan, raker yang setiap tahun dilakukan itu untuk mengevaluasi kerja setahun dan kerja tahun depan. Dalam raker itu, kata dia, semua anggota DPRD Sumatera Utara yang seratus orang di DPRD Sumut diharuskan ikut pada raker tersebut.


"Iyah benar kami raker di Kabupaten Toba untuk mengevaluasi kerja setahun dan sekalian tahun depan. Semua anggota DPRD yang 100 orang harus ikut raker itu," kata Drs Baskmi Ginting kepada wartawan.


Kader PDI Perjuangan ini juga menyebutkan pada raker anggota Dewan itu langsung dibuka oleh wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah. Sementara OPD - OPD Sumut tidak dilibatkan karena raker tersebut hanya khusus anggota DPRD Sumatera Utara.


"OPD tidak ada yang ikut, langsung pak Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah yang buka besok. Karena raker ini hampir setiap tahun digelar Dewan," ujarnya.


Kemudian, ketika ditanya wartawan raker Dewan tersebut kenapa mesti dibuat di daerah, apakah tidak mengingat mewabahnya Covid -19 ini. Drs Baskmi Ginting hanya menjawab singkat kepada media, dengan anggota Dewan yang ikut raker telah rapid test.


"Kita tetap mematuhi protokol kesehatan kesana. Kita buat raker ini ke daerah karena sudah ketentuan SPKnya harus fokus agar jangan kemana - mana karena jamnya dari pagi sampai sore. Apalagi, waktunya sempit hanya tiga hari saja" ungkapnya.


Dia juga tidak mau membeberkan kepada wartawan berapa anggaran yang digunakan pada raker tersebut. Dia hanya menyarankan wartawan agar ditanyakan ke Dewan DPRD Sumatera Utara.


"Anggaran saya tidak tau itu. Kalau mau tau, ditanya saja ke Sekwan," ucap Drs Baskami Ginting. 


Sementara, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut, Afifi Lubis ketika dikonfirmasi diruangan kerjanya tidak berada ditempat. Wartawan juga mencoba konfirmasi melalui telpon selulernya tidak dijawab. 




(TIM)

×
Berita Terbaru Update