Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pilkada Serentak, Fransiskus Lature Ajak Generasi Muda Nias Hindari Money politics

Saturday, October 31, 2020 | October 31, 2020 WIB Last Updated 2020-10-31T14:33:19Z

Ket Foto : Mantan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, S.H., LL.M., Ph.D. (kiri), Tokoh Muda Kepulauan Nias, Fransiskus Lature (Kanan), foto : Istimewa


JAKARTA  (Topsumut.co) - Cara-cara berpolitik kotor dengan praktik bagi-bagi uang ini, merusak alam demokrasi dan akan berefek langsung pada pembangunan sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada, hal ini diutarakan salah seorang tokoh muda Kepulauan Nias, Fransiskus Lature.


Ia pun mengajak segenap anak-anak muda di Kepulauan Nias untuk terus menggaungkan tolak praktik politik uang untuk Pemilihan umum kepala daerah yang akan diselenggarakan serentak pada bulan Desember mendatang di Kepulauan Nias


"Bagi- bagi uang atau serangan fajar bukan hal baru lagi kita dengar ketika ada pemilihan umum seperti ini. Sudah banyak kita saksikan, kita lihat dan kita rasakan sendiri hasilnya setelah para calon dinyatakan menang. Saudara masih mau teriak, masih mau katakan bahwa mereka sudah tidak peduli dengan rakyatnya, ini omong kosong." kata Fransiskus Lature, Sabtu (31/10).


Menurutnya, sebagai seorang generasi muda sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk memikirkan pembangunan daerah 5 Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias, kearah yang lebih baik.


"Tanggungjawab siapa lagi kalau bukan ditangan kita para generasi muda, yang bisa merubah arah pembangunan daerah kita kedepannya. Kita ingin daerah kita jauh lebih maju, dari daerah-daerah lainnya, tetapi kalau kita sendiri masih mau dibayar, kepala kita bisa dibeli oleh para calon-calon itu, selesailah kita,"pungkasnya.


Mantan wartawan ini juga berharap banyak kepada anak-anak muda di Kepulauan Nias untuk bisa mengedukasi masyarakat tentang perlunya menolak praktik politik uang.


"Apalagi pandemi saat ini Kondisi ekonomi masyarakat kita lagi down, kita jangan sampai kebobolan. Karna kenapa, tim sukses para calon-calon ini, akan memainkan perannya, mereka akan menggunakan waktu-waktu yang seperti ini. Siapa yang rugi, lalu siapa yang untung, gak masalah kalau calon yang bayar itu kalah, tetapi kalau sampai dia menang, mampuslah kita."sebut Lature.


Sambung dia, money politic merupakan salah satu kejahatan pemilu, yang harus diakhiri demi melahirkan calon-calon kepala daerah yang berintegritas. 


"Tujuannya apa..? kalau sang calon menang murni jelas kemana arah pembangunannya, siapa yang diutamakan dan apa yang harus dilaksanakan, tanpa campur tangan pihak-pihak lain yang hanya mau mencari keuntungan sendiri. Untuk itu saya minta kepada seluruh teman-teman saya dari Pers/Wartawan, LSM, Ormas, OKP dan teman-teman Mahasiswa di Kepulauan Nias untuk ikut serta mengambil bagian mengawasi jalannya pilkada di daerah kita Nias yang sebentar lagi dilaksanakan bulan Desember ini."katanya mengakhiri. 



(Cobra)

×
Berita Terbaru Update