Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tuntut Omnibus Law Dicabut, DPRD Gunungsitoli & Nias Didesak Surati Presiden.

Friday, October 9, 2020 | October 09, 2020 WIB Last Updated 2020-10-14T04:31:03Z



KEPULAUAN NIAS (Topsumut.co) - Pasca pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Karya atau Omnibus Law oleh Senayan DPR, Ratusan Mahasiswa Nias (Sumatera Utara) yang tergabung dalam Organisasi Cipayung (GMNI, PMKRI, GMKI) Menggelar aksi unjuk rasa dihalaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli serta Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias. Jumat (9/10/2020)


Dalam aksi itu, Massa pendemo menuntut lembaga DPRD Kota Gunungsitoli untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Jokowi dan lembaga DPR-RI terkait penolakan atas pengesahan Omnibus Law (UU Cipta Kerja) karena dinilai lebih berpihak pada kapitalis juga investor dibanding rakyat buruh dan tani.


Penanggung Jawab Aksi (Joko Mendrofa, Sepriman Zai, Kordiasdomin Zega) Menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pimpinan DPR-RI yang diduga lebih mementingkan kepentingan investor tanpa memandang kepentingan buruh dan rakyat.


"Kami datang kesini menyampaikan aspirasi melalui DPRD bahwa kami menolak pengesahan Omnibus Law dan meminta Presiden untuk tidak menandatangani UU tersebut", Ucap Salah seorang penanggung jawab aksi (Joko Mendrofa) Kepada wartawan disela-sela aksi demo.


Joko menegaskan apabila lembaga DPRD tidak menyampaikan aspirasi masyarakat ini ke DPR-RI dan Istana Negara, Pihaknya akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar.


"Kami kecewa karena semua para Pimpinan Dewan tidak masuk kantor hari ini. Walau kami hanya diterima sejumlah Anggota Dewan, Kami menunggu iktikad baik DPRD Kota Gunungsitoli untuk meneruskan aspirasi kami secara resmi", Pungkasnya


Pantauan dikedua gedung Dewan tersebut, Aksi unjuk rasa sempat berlangsung tegang dikarenakan absennya Pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias.


Pendemo menyerahkan surat pernyataan sikapnya yang diterima secara resmi oleh Sekretaris DPRD dengan disaksikan oleh beberapa orang Anggota DPRD. Usai menyampaikan aspirasinya, Mahasiswa itu membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan dari pihak Kepolisian.


(R/Cobra)


×
Berita Terbaru Update