Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

JS Kerabat Bupati Samosir Penuhi Pangilan Team (Pidum) Polres Samosir

Monday, November 9, 2020 | November 09, 2020 WIB Last Updated 2020-11-10T07:54:22Z




SAMOSIR  (Topsumut.co) - Melalui Satuan Reskrim melakukan pemeriksaan terhadap JS Pasalnya, dirinya diduga telah melakukan penganiayaan kepada Lamgok Sidabutar. Belakangan JS disebut-sebut kerabat Bupati Samosir, Rapidin Simbolon.


JS diperiksa oleh penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) pada Sabtu, 07 November 2020, mulai dari  pukul 11.30 WIB sampai 16. 30 WIB. Pemeriksaan tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Samosir AKP. Suhartono, SH ketika dikonfirmasi Topsmut.co Minggu (8/11/20).


“Benar, kemarin penyidik kami telah melakukan pemeriksaan saksi terlapor atas nama JS,” terang AKP Suhartono.


Menurut Suhartono, pemeriksaan JS dilakukan dalam perkara dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (1) dari KUHPidana yang kejadiannya pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 sekira pukul 15.00 WIB, di kelurahan Pintu Sona Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B-204/X/ 2020/SMR/ SPKT.


“Setelah itu, kita akan memeriksa saksi-saksi yang meringankan yang diajukan terlapor, baru kemudian kami akan langsung melakukan gelar perkara atas kasus ini,” terangnya.


Ditambahkannya, unit Pidum Reskrim Polres Samosir sebelumnya juga telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi yang melihat kejadian ketika terjadi dugaan penganiayaan terhadap Lamgok Sidabutar.


Lamgok Sidabutar menjelaskan kronologisnya ketika itu dia bersama istrinya sedang memuat pupuk ke mobil truk yang di gudang HS, seorang distributor pupuk di Pintu Sona beberapa waktu lalu, di Kecamatan Pangururan, Samosir.


Lamgok yang biasa disapa Gomeng ini menuturkan, bahwa ketika hendak menutup truknya dengan tenda untuk mencegah terkena hujan, JS langsung menghampirinya dan bicara dengan keras dan kasar.


“Sambil terus mendorong saya JS bertanya ijin saya dan saya jelaskan saya mempunyai ijin dan ada di toko saya di Simanindo. Tapi dia langsung menarik kerah baju saya dan menampari saya dan kawannya ikut mendorong saya sampai ke jalan,” jelas Lamgok.


Tidak cukup sampai disana, menurut Lamgok JS datang lagi dan kembali menampari korban dan juga memukul perutnya.


“Dia datang lagi dan saya ditarik serta menampar saya dan memukul perutku lagi sampai beberapa kali,” terangnya.


Lamgok mengaku belum pernah mengenal JS sebelumnya dan tidak punya urusan dan konflik secara pribadi dengan JS. “Saya tidak mengerti apa salah saya dan saya juga belum pernah mengenalnya dan jumpa pun tidak pernah,” jelasnya.


Namun Lamgok menduga bahwa tindakan penganiayaan ini dilakukan JS karena melihat mobilnya mempunyai branding salah satu calon bupati Samosir bergambar VANTAS. “Mungkin karena mobil saya itu dibranding (VANTAS, red), tapi itu adalah mobil pribadi saya,” ujarnya.


Lamgok berharap aparat hukum dapat mengungkap dan menindak pelakunya segera. “Supaya cepat diproses secara hukum sehingga tidak terjadi lagi kepada orang lain,” harap Lamgok.



Reporter(Rochi)

×
Berita Terbaru Update