Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SMP N 04 Gido Terancam Ambruk Karena Longsor, Kepsek Harapkan Perhatian Pemkab Nias

Monday, February 15, 2021 | February 15, 2021 WIB Last Updated 2021-02-15T15:09:04Z


NIAS  (Topsumut.co) - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 04 Gido yang berlokasi di Desa Lahemo Kecamatan Gido Kabupaten Nias terancam ambruk karena longsor. Senin, 15/02/2021.


Sekolah yang berdomisili di Desa Lahemo tersebut terletak persis di pinggir badan sungai Gido berjarak kurang lebih dua (2) meter dari tepi badan sungai.


Pada penuturan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP N 04 Gido Kurnia Faahakhododo Telaumbanua, S.Pd kepada awak media dilokasi mengatakan bahwa kami sangat khawatir jika musim hujan bisa terjadi longsor.


"Dari dinding pondasi gedung belajar ini sekitar dua (2) meter ke tepi sungai Gido, kami sangat khawatir apabila musim hujan yang disertai dengan banjir besar pada saat sedang proses belajar-mengajar bisa saja berakibat fatal pada keselamatan para siswa-siswi SMP N 04 Gido.


Seperti tahun lalu akibat musim hujan yang terus menerus Sungai Gido ini banjir besar (meluap) bahkan mengenangi seluruh ruang belajar dan akibatnya tanah ditepi sungai Gido ini sebagian longsor." tutur Kasek.


Masih menurut Kepala Sekolah mengatakan bahwa Keadaan ini sudah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Daerah.


"Keadaan Sekolah ini sudah sering disampaikan baik melalui Musrenbang Desa Lahemo, Kepada Dinas Pendindikan Kabupaten Nias dan sudah pernah dilihat kondisinya oleh Pemdes Lahemo ataupun Dinas Pendidikan namun realisasi hingga hari ini tidak ada, saya sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Kabupaten Nias agar ada solusi tentang keadaan sekolah SMP N 4 Gido ini." Papar Kasek SMP N 04 Gido.


Dari pantauan awak media dilokasi SMP N 04 Gido itu sudah diberlakukan pembelajaran tatap muka dengan penerapan ketat protokol Kesehatan, sementara Sekolah memiliki Enam (6) ruang belajar, satu (1) ruang belajar keadaan darurat berlantai tanah, dinding papan dan beratap daun rumbia, satu (1) gedung perpustakaan rangkap kantor guru, Siswa-siswi berjumlah 172 Siswa, sementara tenaga Pengajar PNS empat (4) orang ikut Kepsek, Guru Bantu Daerah (GBD) empat (4) orang, Tenaga GTT enam (6) orang dan tenaga PTT satu (1) orang.


(Geman)

×
Berita Terbaru Update