Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemasangan Kabel Fiber Optik Telkomsel, Dampak Buruk Bagi Masyarakat Setempat

Sunday, April 11, 2021 | April 11, 2021 WIB Last Updated 2021-04-12T03:20:33Z


NIAS UTARA (Topsumut.co) - Proyek pemasangan kabel fiber optik oleh PT TELKOMSEL di wilayah Nias Utara, tepatnya di Desa Maziaya Kecamatan Lotu berdampak buruk bagi masyarakat setempat. 


Betapa tidak, dengan bermodalkan pemberitahuan kepada Kepala Desa Maziaya dan Dinas perizinan Kabupaten Nias Utara untuk melakukan penggalian kabel fiber optik di Daerah Milik Jalan (damijal), PT TELKOMSEL melakukan kegiatan tanpa ada pengawasan, baik dari pihak PT TELKOMSEL dan juga dari pemerintah, sehingga akibat dari pekerjaan tanpa pengawasan tersebut, berdampak buruk bagi masyarakat setempat, seperti pipa saluran air bersih yang sudah ditanam, kini banyak diatas tanah karna penggalian fiber optik yang dilakukan TELKOMSEL banyak yang berdampingan dengan pipa saluran air bersih milik Desa.


Dan beberapa pipa rusak bahkan putus akibat benturan alat penggali tanah dari TELKOMSEL, serta dari pantauan awak media, tampak banyak galian yang dibiarkan begitu saja tanpa ditimbun kembali sehingga memicu arus lalu lintas terganggu.

 


Saat dikonfirmasi dengan Kepala Desa Maziaya, Amoni Zega, Senin (12/4/21) via selular menjelaskan bahwa pihak dari TELKOMSEL sudah melapor ke Desa kalau ada kegiatan penggalian tanah untuk pemasangan kabel dari TELKOMSEL, bahkan ada surat yang saya tandatangan dan diketahui Camat. 


Tapi terkait dengan rusaknya pipa saluran air bersih di Desa, pihak TELKOMSEL harus bertanggung jawab, karna pipa itu milik Desa, tegas Amoni.


Dikonfirmasi dengan Kadis perizinan melalui kabid pelayanan, Hadirat Syukur Waruwu, terkait izin penggalian kabel fiber optik oleh TELKOMSEL di Daerah Milik Jalan (damijal)  kabupaten Nias Utara, via selular Hadirat Syukur  menjelaskan bahwa permohonan izin penggalian kabel bawah tanah oleh TELKOMSEL, sudah kita terima dan kita tindaklanjuti, tinggal printout, masalahnya karna kantor kita baru pindah sekarang jadi sedikit ada kendala penerbitan izin tersebut, tapi yang jelas sudah ada rekomendasi dari Dinas PUPR," Jelasnya.


Berbeda ketika dikonfirmasi dengan salah seorang pekerja penggalian kabel Telkom yang biasa dipanggil nama Delau, kepada awak media, Delau menjelaskan kalau dia hanya supir antar jemput pekerja. Terkait masalah pengawas kerja, kami tidak diawasi.

" pengawas kami tidak ada, pak" jawab Delau saat ditanya siapa pengawas mereka. 


Dari pantauan awak media,  para pekerja diketahui didatangkan dari luar daerah kepulauan Nias.



(Bung_zega)

×
Berita Terbaru Update