Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penutupan Rumah Ibadah GKB, Anggota DPRD Kab.Nias Yabati Zai, Angkat Bicara

Saturday, May 15, 2021 | May 15, 2021 WIB Last Updated 2021-05-15T07:11:51Z


NIAS (Topsumut.co) - Peristiwa Penutupan Gereja Kristen Baithani Jemaat Persaudarasn di Desa Fulolo Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias (GKB), oleh salah seorang Oknum pendeta berinisial YG, memicu pro dan kontra diantara jemaat, pasalnya penutupan gereja di lakukan oleh oknum pendeta, pada tanggal 02/05/2021, 09/05/2021 dan terakhir tanggal, 13/05/2021.


Pasca penutupan gereja  yang dilakukan sepihak oleh oknum pendeta, banyak menuai protes di kalangan masyarakat, tidak terkecuali salah seorang anggota   Lembaga DPRD, Yabati Zai, yang juga anggota DPRD Kab. Nias dan politisi dari Partai Gerinda, merasa sangat prihatin dengan penutupan gereja secara sepihak, dan mendesak majelis sinode GKB untuk menyelesaikan kemelut yang terjadi, menurutnya  hal seperti tidak boleh  terjadi, ini jelas pelanggaran bagi jemaat yang mau melaksanakan Ibadah.


",Saya selaku Warga masyarakat kabupaten Nias, Politisi dari Partai Gerinda, mengutuk keras penutupan gereja, dan hal ini tidak boleh terjadi, gereja adalah tempat ibadah untuk berdoa kepada Tuhan, hal-hal yang berkaitan dengan sengketa didalam internal gereja, seharusnya di selesaikan dengan cara musyawarah dan bijaksana, saya memohon kepada majelis tertinggi  Sinode Gereja GKB,  untuk menanggapi permasalahan ini, dan jangan dibiarkan masalah ini berlarut -larut, mari kita saling menjaga, dan menyelesaikan segala gejolak yang terjadi, untuk menghindari konflik diantara jemaat, kita tahu bahwa masah agama sifatnya sangat sensitif dan harus kita hindari bersama, dan kepada kita semua saya berharap mari kita jaga kesatuan, kerukunan, menahan diri smoga majelis tinggi Sinode Gereja dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di internal Gereja", ungkap Politisi muda Partai Gerinda.


Senada dengan pernyataan Anggota DPRD Yabati Zai, salah seorang penggiat LSM KPK Nusantara Faozan Telambanua, mengutuk keras dan menyesalkan penutupan gereja GKB oleh oknum Pendeta.



" Saya secara pribadi sangat mengutuk keras penutupan gereja GKB, oleh oknum, dan hal ini tidak boleh terjadi, mengingat gereja adalah tempat beribadah, bukan tempat membangun konflik dan tidak boleh ditutup apa lagi di gembok, menghimbau kepada pimpinan gereja sinode GKB, untuk menyelesaikan akar pokok masalah, semua yang terjadi pmajelis Sinode tidak boleh tutup mata, guna menghindari perpecahan diantara jemaat , yang akhirnya menyebabkan kehancuran", tutur Faozan Tel.


Namun ketika hal ini di konfirmasi kepada oknum Pdt YG, melalui Whatsaapp (WA), membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya, dan telah membuat laporan kepada pimpinan Majelis Sinode GKB.


," Benar gereja Bethania telah ditutup untuk sementara waktu sesuai izin  dari majelis sinode  dan juga atas izin  kepala desa "Gereja Ditutup untuk sementara waktu", dengan alasan untuk menghindari konflik",ungkap pendeta  YG .


(Cobra)


×
Berita Terbaru Update