Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perwakilan Orangtua Siswa & Tomas Protes Kinerja Kasek SMPN 3 Hiliduho

Tuesday, May 11, 2021 | May 11, 2021 WIB Last Updated 2021-05-11T14:48:17Z

Foto: Puluhan Orangtua Siswa/i protes dan Tuntut Kasek Mundur dan Hengkang Dari Sekolah Tersebut.



NIAS  (Topsumut.co) - Pada hari senin tanggal 10 Mei 2021 sekitar pukul 10.00 WIB puluhan orangtua siswa dan Tokoh Masyarakat mendatangi Kantor SMPN 3 Hiliduho, guna  menyampaikan protes dan klarifikasi kepada Kasek SMPN 3 Hiliduho yang sudah satu tahun Ijazah Siswa/I yang tamat tahun lalu belum kunjung dibagikan kepada siswa/i yang lulus sehingga para siswa/i tersebut terancam dikeluarkan dari Sekolah yang dituju. 


Terlihat dalam aksi tersebut beberapa perwakilan orangtua siswa/i, menyampaikan keberatan atas sikap dan perilaku Kasek, yang diduga arogan, aksi tersebut sempat ricuh karena para orangtua siswa dan tokoh masyarakat kecewa karena Kasek SMPN 3 Hiliduho Ibu Delviani Lase tidak datang ke Sekolah pada saat aksi mereka.


Namun para orangtua siswa dan Tokoh Masyarakat hanya diterima oleh Wakasek dan Guru-Guru Lainnya. Dalam Tuntutannya Orangtua Siswa dan Tokoh Masyarakat meminta penjelasan akan Ijazah siswa yang sudah satu tahun tidak kunjung dibagikan kepada para siswa yang telah lulus. 


Selanjutnya para perwakilan orangtua siswa/i tersebut menyampaikan keberatannya atas sikap arogansi Kepala Sekolah yang memaki-maki siswa/i dan orangtua siswa yang menarik Dana PIP melalui ATM tanpa melapor kepada Kepala Sekolah.


Bahkan Orangtua Siswa dan Tokoh Masyarakat menyampaikan kekecewaannya atas sikap Kepala Sekolah yang sering mengeluarkan kata-kata kotor kepada siswa bahkan ringan tangan kepada siswa. 


Menurut Fo’arota Ndraha salah seorang perwakilan orangtua siswa saat dikonfirmasi awak media, menerangkan bahwa kedatangan mereka di sekolah pada senin 10/5 adalah merupakan wujud kekecewaan dan protes orangtua siswa maupun masyarakat sekitar akan ulah kepala sekolah yang dinilai tidak punya etika dan tidak mencerminkan sikap seorang pendidik. Beliau marah-marah karena siswa/i telah menarik Dana PIP tanpa laporan ke beliau, bahkan beliau berucap kotor ditunjukan kepada para siswa/i  sampai membawa-bawa ke orangtua siswa," terang Fa'arota.


Lanjut dia Ibu Kepala Sekolah ini sangat lalai dan tidak aktif dalam kegiatan sekolah. Bahkan Ijazah anak-anak kami yang lulus tahun lalu sampai sekarang belum beliau bagikan, sehingga anak-anak kami terancam putus sekolah karena sekolah yang dituju sudah berualangkali mengingatkan anak-anak kami untuk melengkapi administrasinya atau tidak masuk sekolah lagi karena keberadaan mereka disekolah yang dituju belum resmi sebagai siswa akibat administrasi pendaftaran belum lengkap," tuturnya.


Lebih lanjut Fo,arota menjelaskan,"Selama Ibu Lase ini diangkat sebagai Kepala Sekolah di SMPN 3 Hiliduho tidak pernah mengundang perwakilan orangtua siswa atau Komite Sekolah bersama Guru-Guru untuk membahas Rencana Penganggaran Dana BOS. Anggaran habis pakai tidak jelas realisasinya, kami dengar kadang-kadang inisiatif para guru membeli kapur sendiri bahkan Buku Absen Guru saja hanya terbuat dari Buku Tulis biasa, hal ini sangat miris melihatnya",jelas  Fo’arota.


Kami sudah menyampaikan Laporan Tertulis ke Dinas Pendidikan Kab. Nias mengenai hal ini, begitu Pula dengan Inspektur Kab. Nias, Kepala BKD, Komite Sekolah dan kepada Bapak Bupati Nias. Kami menunggu kebijakan dan tanggapan Pemerintahan Kab. Nias secepatnya dan hari ini kami datang ke sekolah untuk konfirmasi langsung tapi sayangnya Kasek lagi-lagi tidak hadir disekolah hari ini. 


Kami meminta Pemerintah Kabupaten Nias kiranya segera  menugaskan ibu ini ke Sekolah lain saja. Ulahnya sudah diluar batas kesabaran para orangtua siswa dan warga sekitar sini. Kalaupun tidak diganti dengan Kepala Sekolah Definitif silahkan di Plt kan diantara guru-guru yang ada di sekolah ini. Kami sangat mengharapkan mutu pendidikan di sekolah ini benar-benar diperhatikan jangan amburadul seperti ini, apalagi sekolah ini masih baru berdiri dan perlu pembenahan-pembenahan secara khusus agar bisa setara dengan sekolah-sekolah lain. Ujarnya.


Saat hal ini di Konfirmasi kepada Ketua Komite SMPN 3 Hiliduho, beliau menyatakan bahwa kejadian tersebut akibat kesalahpahaman dan Pihak Komite akan segera mengklarifikasi ke Pihak Sekolah maupun ke Dinas terkait untuk mendapatkan solusi terbaik. Beliau berharap para orangtua siswa dan masyarakat bisa menahan diri dan mengajak pihak Orangtua Siswa dan Sekolah untuk duduk bersama menyelesaikan masalah yang muncul di sekolah. “Sudah kewajiban kita untuk menindaklanjuti Aspirasi Orangtua Siswa dan juga melakukan mediasi untuk mendapatkan solusi dalam penyelesaian masalah ini” Ujar Ferdinand Ndraha.


Sampai berita ini diturunkan, awak media belum bisa menghubungi Kepala Sekolah SMPN 3 Hiliduho karena perangkat selulernya tidak aktif.

  


(Cobra)

×
Berita Terbaru Update