Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rumah Ibadah di Tutup, Jemaat GKB Fulolo Lalai Minta Majelis Sinode Bersikap Adil

Friday, May 14, 2021 | May 14, 2021 WIB Last Updated 2021-05-14T12:29:46Z


NIAS (Topsumut.co) - Peristiwa Penutupan Gereja Kristen Baithani Jemaat Persaudarasn di Desa Fulolo Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias (GKB), oleh salah seorang Oknum pendeta berinisial YG, hal ini memicu pro dan kontra diantara jemaat, pasalnya penutupan gereja di lakukan oleh oknum pendeta, pada tanggal 02/05/2021, 09/05/2021 dan terakhir tanggal, 13/05/2021.


Penutupan gereja  yang dilakukan oleh oknum menuai protes di kalangan masyarakat, khususnya kepulauan nias dan sangat  menyangkan hal ini terjadi, perintangan dan menghalan- halangi orang beribadah sesuai dengan aturan terkait jaminan kebebasan beribadah.


Salah seorang anggota DPRD Politisi Partai Gerinda, Kab Nias Yabati Zai, menyayangkan tindakan yang semena - mena yang dilakukan oleh salah seorang Oknum Pendeta, dan berharap masalah ini dapat diselesaikan secara adil dan bijaksana oleh majelis Sinode GKB.


",Saya selaku Warga masyarakat kabupaten Nias, dan selaku Politisi dari Partai Gerinda, mengutuk keras penutupan gereja, dan hal ini tidak boleh terjadi, gereja adalah tempat ibadah untuk memiji Tuhan, hal-hal yang berkaitan dengan sengketa didalam internal gereja, seharusnya di selesaikan dengan cara musyawarah dan bijaksana, saya memohon kepada majelis tertinggi Sinode Gereja GKB, untuk menanggapinya, dan jangan dibiarkan masalah ini berlarut -larut, mari kita saling menjaga, dan menghindari konflik diantara jemaat, kita tahu bahwa masah agama sifatnya sangat sensitif dan harus kita hindari bersama, dan kepada kita semua saya berharap mari kita jaga kesatuan, kerukunan, menahan diri smoga majelis tinggi Sinode Gereja dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di internal Gereja", ungkap Politisi muda Partai Gerinda.


Senada dengan pernyataan Anggota DPRD Yabati Zai, salah seorang penggiat LSM KPK Nusantara Faozan Telambanua, mengutuk keras dan menyesalkan penutupan gereja GKB oleh oknum Pendeta.



" Saya secara pribadi sangat mengutuk keras penutupan gereja GKB, oleh oknum, dan hal ini tidak boleh terjadi, mengingat gereja adalah tempat beribadah, bukan tempat membangun konflik dan tidak boleh ditutup apa lagi di gembok, menghimbau kepada pimpinan gereja sinode GKB, untuk menyelesaikan akar pokok masalah, semua yang terjadi pmajelis Sinode tidak boleh tutup mata, guna menghindari perpecahan diantara jemaat , yang akhirnya menyebabkan kehancuran", tutur Faozan Tel.


Namun ketika hal ini di konfirmasi kepada oknum Pdt YG, melalui Whatsaapp (WA), membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya, dan telah membuat laporan kepada pimpinan Majelis Sinode GKB.


," Benar gereja Bethania di telah ditutup untuk sementara waktu sesuai izin  dari majelis sinode  dan atas juga atas izin  kepala desa "Gereja Ditutup untuk sementara waktu", dengan alasan untuk menghindari konflik",ungkap pendeta  YG .


(Cobra)




Rumah Ibadah di Tutup, Jemaat GKB Fulolo Lalai Minta  Majelis Sinode Bersikap Adil



NIAS (Topsumut.co) - Peristiwa Penutupan Gereja Kristen Baithani Jemaat Persaudarasn di Desa Fulolo Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias (GKB), oleh salah seorang Oknum pendeta berinisial YG, hal ini memicu pro dan kontra diantara jemaat, pasalnya penutupan gereja di lakukan oleh oknum pendeta, pada tanggal 02/05/2021, 09/05/2021 dan terakhir tanggal, 13/05/2021.


Penutupan gereja  yang dilakukan oleh oknum menuai protes di kalangan masyarakat, khususnya kepulauan nias dan sangat  menyangkan hal ini terjadi, 

perintangan dan menghalan- halangi orang beribadah sesuai dengan aturan terkait jaminan kebebasan beribadah.


Salah seorang anggota DPRD Politisi Partai Gerinda, Kab Nias Yabati Zai, menyayangkan tindakan yang semena - mena yang dilakukan oleh salah seorang Oknum Pendeta, dan berharap masalah ini dapat diselesaikan secara adil dan bijaksana oleh majelis Sinode GKB.


",Saya selaku Warga masyarakat kabupaten Nias, dan selaku Politisi dari Partai Gerinda, mengutuk keras penutupan gereja, dan hal ini tidak boleh terjadi, gereja adalah tempat ibadah untuk memiji Tuhan, hal-hal yang berkaitan dengan sengketa didalam internal gereja, seharusnya di selesaikan dengan cara musyawarah dan bijaksana, saya memohon kepada majelis tertinggi Sinode Gereja GKB, untuk menanggapinya, dan jangan dibiarkan masalah ini berlarut -larut, mari kita saling menjaga, dan menghindari konflik diantara jemaat, kita tahu bahwa masah agama sifatnya sangat sensitif dan harus kita hindari bersama, dan kepada kita semua saya berharap mari kita jaga kesatuan, kerukunan, menahan diri smoga majelis tinggi Sinode Gereja dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di internal Gereja", ungkap Politisi muda Partai Gerinda.


Senada dengan pernyataan Anggota DPRD Yabati Zai, salah seorang penggiat LSM KPK Nusantara Faozan Telambanua, mengutuk keras dan menyesalkan penutupan gereja GKB oleh oknum Pendeta.



" Saya secara pribadi sangat mengutuk keras penutupan gereja GKB, oleh oknum, dan hal ini tidak boleh terjadi, mengingat gereja adalah tempat beribadah, bukan tempat membangun konflik dan tidak boleh ditutup apa lagi di gembok, menghimbau kepada pimpinan gereja sinode GKB, untuk menyelesaikan akar pokok masalah, semua yang terjadi pmajelis Sinode tidak boleh tutup mata, guna menghindari perpecahan diantara jemaat , yang akhirnya menyebabkan kehancuran", tutur Faozan Tel.


Namun ketika hal ini di konfirmasi kepada oknum Pdt YG, melalui Whatsaapp (WA), membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya, dan telah membuat laporan kepada pimpinan Majelis Sinode GKB.


," Benar gereja Bethania di telah ditutup untuk sementara waktu sesuai izin  dari majelis sinode  dan atas juga atas izin  kepala desa "Gereja Ditutup untuk sementara waktu", dengan alasan untuk menghindari konflik",ungkap pendeta  YG .


(Cobra)





×
Berita Terbaru Update