Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Giring Opini "Defisit Anggaran", Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara Angkat Bicara

Tuesday, June 29, 2021 | June 29, 2021 WIB Last Updated 2021-06-29T18:32:09Z

 


NIAS UTARA (Topsumut.co) - Akhir-akhir ini, muncul opini yang mengatakan kalau Nias Utara mengalami defisit anggaran yang sangat signifikan. Tidak tanggung-tanggung dan nilainya berbeda-beda, ada yang mengatakan Rp 135 miliar, ada juga yang mengatakan Rp 130 miliar, bahkan Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu beberkan kepada organisasi pemuda Nias Utara yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, bahwa kondisi Nias Utara saat ini mengalami defisit Rp 105 miliar. 


Ini terungkap, ketika tayang di media ini sebelumnya, Senin (21/6/21) judul berita " Kaban BPKPAD Nias Utara : Kita tidak defisit anggaran ".

Dari tayangan berita tersebut, muncul beberapa cuitan dari nitizen, ada yang mengatakan : 

"Semoga kaban BPKPAD sht2 saja dan tdk dlm keadaan mukholo dano".


Dan dari beberapa cuitan nitizen, awak media konfirmasi dengan salah seorang pemuda Nias Utara, Risman Harefa yang berdomisili di Jabodetabek yang pernah ditemui oleh Amizaro Waruwu, yang merasa kaget dan seakan tidak percaya dengan berita yang di muat di beberapa media online yang mengatakan Nias Utara tidak defisit dan hal itu dinyatakan langsung oleh kepala BPKPAD Nias Utara, saat diwawancarai awak media. 


" kami ragu, mana yang benar ini. Karna ketika Pak Bupati menjumpai kami para pemuda Nias Utara yang berdomisili di Jabodetabek. Saat kami berbincang-bincang dengan beliau, ia sempat membeberkan kepada kami bahwa Nias Utara saat ini mengalami defisit anggaran sebesar Rp 105 miliar, dan itu kami catat, dan kami yang ada saat itu beberapa ketua organisasi seperti : Ketum Suara Millenial Nias Indonesia, Ketum IKASA, Ketum PPN, dan teman-teman lainnya, jadi mana yang kami percayai sebenarnya?, tanya Risman ketika di konfirmasi awak media via selular, baru-baru ini.


Hal senada juga di aminkan oleh ketum PPN, Evan Zebua. 

" ia, benar apa yang disampaikan bung Risman, bahwa pernyataan Bupati kepada kami saat dia berkunjung, kepada kami beliau menyampaikan kalau saat ini kondisi Nias Utara sedang mengalami defisit anggaran sebesar Rp 105 miliar ", terang Evan saat di konfirmasi via selular.


Menguji kebenaran hasil konfirmasi Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (Kaban BPKPAD) Nias Utara, Ariston Zalukhu, SE., M, Acc, Ak, awak media konfirmasi kepada Ketua DPRD Nias Utara, Sukanto Waruwu, Selasa (29/6/22). Via selular, Sukanto menjelaskan kepada awak media bahwa "pada nota pertanggung jawaban Bupati yang dibacakan pada rapat paripurna di DPRD, setelah dilihat dan dibacakan bahwa setiap OPD satupun tidak ada yang rugi dan tidak ada yang defisit, semua rata-rata mengembalikan uang di kas negara, nah lalu kenapa selalu disebut-sebut defisit. Apakah ada penambahan pembangunan hingga defisit, atau ada penambahan pegawai negeri hingga defisit, sehingga tidak sesuai perkiraan? " ujar Sukanto  Ketua DPRD Nias Utara.


Saat di rapat paripurna kemarin di DPRD, waktu pembahasan banggar, saya mengatakan bahwa informasi diluar saat ini, Nias Utara mengalami defisit Rp 130 miliar, maka itu kami mohon supaya BPKPAD memberikan bukti berupa catatan secara khusus dari pemerintah kepada DPRD, agar dapat kami ketahui darimana sumber defisit itu, dan dimana saja. Sehingga, defisit atau tidak defisit itu, harus ada catatan di DPRD dan harus ada pembuktiannya di masyarakat. 

"Memang, setiap daerah itu mengalami defisit, tapi tidak sebegitu besar. Kalau dibawah Rp 50 miliar itu masih wajar, tapi kalau namanya ratusan miliar itu, salah siapa?, tanggap Sukanto. 

Jadi begini saja, jelas Sukanto lagi, " perkiraan defisit anggaran itu, di tahun 2021, bukan defisit di tahun 2020, sekarang saya tanya : berani nggak mengatakan defisit, sedangkan program belum dijalankan?, nah siapa yang mempertanggungjawabkan?, program belum dijalankan koq, APBD belum dijalankan, tapi sudah di gaung-gaungkan, defisit, defisit, defisit", tegas Sukanto. 


Diakhir pembicaraannya, Sukanto berharap kepada awak media " kalau ditulis itu, saya harap jangan ditulis diluar percakapan kita, artinya : saya bukan menentang pemerintah, tapi ini laporan yang aktual di DPRD", terang Sukanto. 


(Bung_zega)

×
Berita Terbaru Update