Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kades Harewakhe Sampaikan Hak Koreksi Pada Pemberitaan Salah Satu Media

Saturday, August 7, 2021 | August 07, 2021 WIB Last Updated 2021-08-08T03:27:22Z

 

Foto: Tengah Kades Desa Harewakhe.


NIAS UTARA (Topsumut.co) - Terkait pemberitaan di salah satu media online dengan judul berita " Pengadaan Bibit Kelapa di Desa Harewakhe Diduga Bukan Kelapa Hibrida ". Kepala Desa Harewakhe Masali Zebua sampaikan sanggahan dan hak koreksi pada berita tersebut, Sabtu (7/8/21)


Dihadapan beberapa awak media, kepala Desa Harewakhe mengatakan bahwa dirinya merasa kecewa dengan pemberitaan dirinya disalah satu media online.


" saya sangat kecewa dengan pemberitaan disalah satu media online yang terkesan tidak berimbang, dan sepertinya pemberitaan tersebut sangatlah bertentangan dengan kode etik jurnalistik, dimana dalam pasal 1 dikatakan bahwa : wartawan indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk ", ujar Masali. 

Foto: Rasali Zalukhu mengenakan baju kaos bergaris hitam.


Dilanjutkan, disini saya tegaskan berhubungan dengan pemberitaan sebagaimana judul berita diatas tadi, "bahwa untuk pengadaan bibit kelapa itu bukan kita beli di sembarangan tempat karna kita memiliki Surat Perjanjian Kontrak (SPK). Jadi, bila terbukti saya membeli bibit kelapa di Toyolawa, atau jangankan di Toyolawa, bahkan diwilayah kepulauan Nias ini sekalipun, maka saya siap untuk membayar ganti rugi dan siap menerima segala konsekuensinya ", tegas Masali Zebua dengan nada kesal. 


Sebenarnya si penulis berita ini, sudah ke dua kalinya menulis berita tentang saya, yang pertama mengenai pengangkatan perangkat Desa, jadi sampai sekarang, apa ujung-ujungnya ?, Jadi saat itu saya cukup sabar, dan sekarang muncul lagi berita yang sifatnya menyudutkan saya, sementara didalam kode etik jurnalistik pasal 3 menjelaskan " wartawan indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mrncampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah ", terang Masali. 


Saya berharap, kepada teman-teman media untuk selalu menyajikan berita atau informasi yang akurat dan selalu berimbang, harap Kades Masali Zebua. 


Ditempat terpisah, ketika dikonfirmasi kepada Rasali Zalukhu selaku manajer PT Sedar Abadi Jaya di Toyolawa pada hari yang sama, terkait isu pengadaan bibit kelapa di Desa Harewakhe, Rasali menjelaskan bahwa PT Sedar Abadi Jaya di Toyolawa tidak pernah melakukan kerjasama mengenai pengadaan bibit kelapa. 


" jangankan Desa Harewakhe, kepada siapa saja kami tidak melakukan kerjasama pengadaan bibit kelapa, jadi pembibitan yang kami lakukan bukan untuk dijual karna akan kami tanam untuk replenting perkebunan dan kita coba tambah satu-satu jumlah kelapa kita ", ujar Rasali. (Bung_zega)

×
Berita Terbaru Update