Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Soal Pengaspalan Hotmix di Loloana’a yang Diduga Asal Jadi, Begini Alasan Direksi

Thursday, August 26, 2021 | August 26, 2021 WIB Last Updated 2021-08-26T07:44:29Z

 


NIAS UTARA (Topsumut.co) - Pekerjaan pengaspalan Hotmik diruas jalan loloana'a mendapat penolakkan dan protes dari warga masyarakat setempat, dimana pengaspalan yang di kerjakan terkesan asal jadi.  Adanya desakan masyakarat Desa Loloana’a terkait pekerjaan peningkatan struktur dan kapasitas jalan ruas Desa Loloana'a menuju ke Fabaliwa Desa Harefanaese dan Desa Anaoma, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, salah seorang mewakili masyarakat meminta  kepada pemerintah daerah kab Nias Utara untuk segera  membongkar kembali karena diduga kuat dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan metode pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam dokumen tender, hal ini enggan ditanggapi oleh Abdi Andica P. Mendrofa, selaku Direksi pada pekerjaan tersebut.


Beberapa tudingan warga setempat yang menyatakan bahwa penghamparan asphalt dilakukan pada saat hujan dan dalam keadaan jalan masih basah, Abdi Andica P. Mendrofa membantah tudingan tersebut, bahwa hal itu tidak benar.


Melalui pesan WhastApp, menjelaskan bahwa hal itu tidak benar dan tidak pernah melakukan pengaspalan saat hujan, dan terkait dengan mutu, kualitas dan kuantitas pekerjaan tersebut, nantinya hasil laboratorium yang menentukan layak atau tidaknya.


“Dalam pengerjaan yang kami laksanakan, mutu dan kualitas yang menentukan mutunya  adalah laboratorium bang, dalam pelaksanaan  pengerjaannya selalu menunggu hujan berhenti,  dengan konsekuensi badan jalan dikompresor sehingga tidak ada genangan air dan prime coat ulang,” kata Abdi Andica P. Mendrofa, kepada Awak Media, melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/08/2021) sore.


Diapun memastikan kalau pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap proses pekerjaan tersebut.


“ Pekerjaan tersebut tetap kita awasi pelaksanaanya, termasuk menjaga  suhu asphalt tidak dalam keadaan dingin pada saat penghamparan,” ujarnya.


Lanjut dia, jika banyak foto dokumentasi di beberapa media sosial face book  yang beredar tersebut diambil sesaat setelah lintasan  tandem, belum termasuk pemadatan PTR.


“ Untuk diketahui bersama, jika banyak foto dokumentasi dibeberapa media sosial termasuk face book dokumentasi itu di ambil pada saat setelah lintasan tandem belum pada saat pemadatan, fungsi dari tandem ada untuk pembentukan permukaan aspal, bukan untuk pemadatan,” jelas Abdi Andica P. Mendrofa.


Iapun berjanji, setelah pengaspalan akan memperbaiki kembali titik yang harus diperbaiki.


“ Nanti saya akan sisir kembali dari ujung hingga patok awal pekerjaan, yang mana titik-titik yang harus diperbaiki,” ucapnya.


Material Asphalt Hotmix diduga dipasok oleh AMP Milik CV. Utama


Saat awak media mempertanyakan kepada Abdi Andica P. Mendrofa, terkait pemasok material Asphalt Hotmix pada pekerjaan tersebut, ia enggan menjawab secara terperinci.


“ Yang pasok material dari Ononamolo bg, saya kurang tau apa nama AMPnya,” kilah Abdi Andica P. Mendrofa.


Setelah ditelusuri oleh awak media, AMP dimaksud yang berada di Ononamolo, Gunungsitoli, diduga milik CV. Utama. AMP tersebut, dalam melakukan kegiatannya diduga belum melengkapi sejumlah izin yang dipersyaratkan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli, akan tetapi anehnya AMP ini dapat berkegiatan dan memasok material pada pekerjaan pemerintah yang menggunakan uang negara.


Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Murni Panjaitan, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2 Bidang Bina Marga, pada pekerjaan tersebut lebih memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan.


Diketahui, pekerjaan tersebut mulai dikerjakan pada tanggal 19 Maret 2021 lalu oleh PT. Deli Jaya Ranta Prasaja, denga beberapa bangunan pendukung dengan rincian pekerjaan antara lain, umum, drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir dan perkerasan beton semen, perkerasan aspal menelan anggaran senilai Rp. 4,8 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler Bidang Jalan, Tahun Anggaran 2021 dengan masa pekerjaan selama 90 hari kelender. (Cobra) 


Berita Bersambung Tunggu Episod berikutnya...

×
Berita Terbaru Update