Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perdebatan Saat DPRD Gelar RDP Bersama Dinas PUPR

Wednesday, September 1, 2021 | September 01, 2021 WIB Last Updated 2021-09-02T01:41:51Z

 


NIAS UTARA (Topsumut.co) -Beredarnya pemberitaan pengaspalan hotmix di jalan Lolo'ana'a - Harefanaese - Anaoma, Kecamatan Alasa dan pembangunan jalan Baho - Dahana Hiligodu Kecamatan Lotu, menuai kontroversi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD bersama Dinas PUPR Kabupaten Nias Utara, yang dilaksanakan di aula lantai III kantor DPRD Nias Utara, Rabu (1/9/21).


RDP yang dipimpin langsung oleh ketua komisi III, Arimei Zega memberi kesempatan kepada anggota DPRD lainnya untuk menyampaikan pendapat. 

Diawali dengan kritikan pedas dari anggota komisi III Notefalali Zalukhu terkait suhu aspal yang dihampar.


Notefalali mengatakan : "berdasarkan informasi dari beberapa media, dijelaskan bahwa pelaksanaan pengaspalan sempat tertunda beberapa jam, diketahui mobil pengangkut aspal tiba dilokasi pukul 10.00 wib dan baru di hampar pada pukul 15.00 wib, dan itu masih belum terhitung waktu dalam perjalanan menuju lokasi, sehingga mutu pengaspalan tidak terjamin lagi " tegas Notefalali. 


Disisi lain, ketua komisi III, Arimei zega menyampaikan rasa kecewa pada pemanfaatan material. Dimana, seharusnya dinas PUPR dapat mensuplai material dari daerah setempat,  namun material yang digunakan adalah material yang didatangkan dari luar daerah.

 

" kami dengar bahwa material yang digunakan adalah material diluar lokasi, bahkan diluar wilayah Kabupaten Nias Utara, sehingga hal ini sudah melanggar instruksi Presiden Jokowi tentang pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat atau lingkungan setempat " ujar Arimei.


Ditambahnya, berapapun biaya untuk material, alangkah baiknya kalau uangnya itu di nikmati oleh masyarakat daerah setempat, terang Arimei. 


Namun kritikan tersebut dibantah oleh Murni Panjaitan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan penuh percaya diri dan rasa tidak bersalah. Murni menjelaskan bahwa suhu atau temperatur aspal yang dihampar sudah sesuai. 


" kami tidak bodoh dan tau dengan mekanisme kegiatan ini " terang Murni. Dan kalaupun ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan awal, maka saya bertanggungjawab, tegasnya. 

Dan terkait pengadaan material seperti yang disampaikan ketua komisi III tadi, kami sudah mempertimbangkan dan membandingkan jarak tempuh pengambilan material, jadi wilayah Gunungsitoli yang lebih dekat dibanding tempat lain seperti di Nalua, terang Murni. 

Selanjutnya, Murni juga menjelaskan bahwa pekerjaan pengaspalan Hotmix di Lolo'ana'a, kini sudah selesai 100 %.


Kemudian, terkait dengan perubahan nomenklatur pembangunan jalan Baho - Dahana Hiligodu, lagi-lagi menjadi sorotan anggota DPRD komisi III, dimana sebelumnya pembangunan jalan tersebut telah masuk dalam APBD 2021, namun akhirnya tiba - tiba terjadi perubahan letak atau nomenklatur pembangunan jalan tersebut tanpa diketahui oleh lembaga DPRD Nias Utara. 


Menurut kabid PUPR Heri Zalukhu bahwa perubahan tersebut berpedoman pada SK yang diterbitkan pada tahun 2019, tentang penetapan daftar ruas jalan Desa strategis, dan juga Permendes nomor. 25 tahun 2020, tentang petunjuk operasional kegiatan DAK fisik, serta Perpres RI nomor. 123 tahun 2020, tentang Juknis DAK fisik, ujar Heri. 


Dari penjelasan tersebut, anggota DPRD komisi III meminta kepada dinas PUPR untuk segera menyerahkan dokumen terkait dasar-dasar pembangunan jalan Baho - Dahana Hiligodu, sementara untuk pembangunan jalan di Lolo'ana'a, menunggu hasil uji lap material yang digunakan, dan anggota komisi III DPRD Nias Utara segera turun kelapangan dalam waktu dekat.


Pantauan awak media, turut hadir pada RDP tersebut beberapa anggota DPRD Komisi III, di antaranya Arimei Zega, YuksimanTelaumbnua, Faogonaso Harefa, Hiskia Harefa, Notefalali Zalukhu, Herman Lahagu, Plt. Kadis PUPR Nisut Iman Zalukhu, Kabid Bina Marga Heri Zalukhu, Murni Panjaitan, Andika Mendrofa dan beberapa staf Dinas PUPR Nisut, serta beberapa awak media. (Bung_zega)

×
Berita Terbaru Update