Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Otoriter & Enggan Dikritik, Oknum Pendeta Pecat Puluhan Jemaat GKB Awaai.

Wednesday, December 15, 2021 | 4:10 AM WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-16T00:50:31Z


NIAS UTARA (Topsumut.co) - Dinilai otoriter, Puluhan warga jemaat Gereja Kristen Baithani (GKB) Awaai, Kecamatan Sitoluori, Kabupaten Nias Utara, Mendesak kiranya Pdt. Evori Gulo dicopot sebagai Pemimpin GKB Awaai.


Hal itu terungkap dalam pelaksanaan konfrensi pers sejumlah perwakilan mantan jemaat GKB Awaai yakni : Ozisokhi Zega (Ketua pembangunan), Yuliaro Zega (Tokoh perintis), dan Emnur Kerene Zega (Sekretaris pembangunan) dan Sederhana Zega, Kepada sejumlah wartawan. Selasa (14/12/2021) petang.


Kepada wartawan, Emner menuturkan bahwa sebanyak 90 orang jemaat telah dikeluarkan dari keanggotaan gereja dengan tudingan melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ ART).


Tidak hanya itu, sejak tahun 2018 lalu, Pimpinan gereja GKB Awaai (Pdt Evori Gulo) dinilai otoriter dan hal itu tampak dalam proses pengambilan Keputusan - keputusan dalam rapat panitia pembangunan dan kebijakan gereja diputuskan secara sepihak. Termasuk dalam pencairan dana pembangunan gereja yang hingga saat ini tidak pernah di umumkan kepada jemaat.


Atas perilaku tersebut menimbulkan kegelisahan ditengah-tengah jemaat yang terkadang khawatir untuk datang ke Gereja, Hingga akhirnya para jemaat membuat laporan kepada Pimpinan GKB Wilayah Sumatera Utara.


"Dugaan kami banyak pencairan dana pembangunan dari Bank tanpa diketahui jemaat, dan bahkan menguasai pribadi sejumlah proyek pembangunan gereja sejak tahun 2018. Karena banyak jemaat yang protes dan sering mengkritik dirinya, Pdt. Evori Gulo langsung memecat puluhan orang menjadi anggota jemaat GKB Awaai", Ungkapnya.


"Kami sudah melaporkan ini, Namun tidak ada respon dari Pimpinan GKB Wilayah Sumbagut. Kami kecewa Pimpinan GKB Wilayah Sumbagut dinilai apatis dengan permasalahan ini", Tambah Emner.


Pimpinan GKB Awaai (Pdt Evori Gulo) ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya telah mengeluarkan sejumlah jemaat itu dari keanggotaan gereja dengan alasan karena jarang beribadah di gereja.


Pdt Evori menilai bahwa sejumlah orang-orang yang mengkritik dirinya adalah orang yang memiliki sentimen pribadi. 


"Iya benar, Bahwa saya sudah memecat mereka dari warga jemaat GKB Awaai. Saya tegaskan bahwa semua tudingan mereka yang menyebut saya otoriter, dan tuduhan lainnya adalah tidak benar", Pungkasnya.


Sedangkan Koordinator GKB Wilayah Sumbagut (Pdt O.C Bangun S.Th) ketika juga dikonfirmasi melaui telepon seluler, Mengakui bahwa pihaknya sudah menerima laporan dan dirinya sudah menindaklanjutinya. 


"Hasilnya tidak ada saya temukan penyelewengan. Saya sudah berupaya memediasi namun jemaat itu bersikeras dan menuding Pdt Evori mempunyai kesalahan," Katanya. (Cobra)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update