Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harga Tomat Anjlok, Berharap Pemkab. & Kementan Intensif Solusi Terhadap Petani Kabupaten Dairi.

Monday, December 27, 2021 | 4:56 AM WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-27T12:56:13Z


DAIRI (Topsumut.co) - Harga tomat di tingkat petani Kabupaten Dairi saat ini turun drastis dari ,harga normal 5000 sampai 6000 rupiah . Ini harga sudah mencapai kisaran Rp 2000 sampai 3000per kilogram (kg). Melimpahnya pasokan dari musim panen raya membuat harga komoditas sayur itu terus merosot .


Salah satu Petani di kelurahan Panjidabutar kecamatan sitinjo Andi silalahi (  24 ),  Senin, ( 27/12/2021) di kediamannya di Panji Dabutar  mengungkapkan, sudah lebih satu bulan harga tomat turun drastis dari biasanya. Sehingga para petani mengeluhkan harga yang tidak sesuai modal yang sudah di habiskan terhadap pendapatan yang dihasilkan.


Ia menduga, turunnya harga tomat karena sedang memasuki masa panen raya. Dia pun hanya bisa pasrah bahkan sebagian tanaman tomatnya tidak diurus karna akan menambah biaya lagi meski sudah berbuah dan siap petik di biarkan begitu saja, menunggu ada yang membeli karena jika dipanen dirinya harus mengeluarkan modal serta waktu untuk memetik buah tomat.


" Setiap hari harganya terus menurun bahkan biasanya banyak para pengepul yang membelinya namun saat ini sulit dipasarkan karna banjir nya hasil panen saat ini kadang pembeli / toke tidak ada ", ujar Andi.


Hal yang sama disampaikan petani lain yang juga melihat dan merasakan . Menurut mereka pasokan tomat melimpah lantaran sedang musim panen raya. Kurangnya jumlah pembeli, membuat harga jenis sayuran ini turun signifikan.Harga normalnya sampai Rp 5000per kilo. Sekarang turun, jadi Rp 2.000 per kilo, itupun kalau ada yang beli.


Para petani  mengaku merugi pasalnya harga jual hasil panen tak sebanding dengan biaya produksi, lahan tanaman tomatnya yang diperkirakan 1.000 pohon tomat, menghabiskan biaya Rp 4.500.000, dari mulai tanam hingga panen, namun hasil jual panenanya sekarang tak mencapai separohnya,meski kwalitas buah bagus namun harganya sangat murah.


Lebih lanjut Andi  mengatakan bahwa turunnya penjualan ini dikhawatirkan akan  menghambat produksi pertanian.


 “Kalau produksi tidak terserap, bulan berikutnya petani tidak mau menanam karena takut rugi. Berarti produksi berpotensi tidak aman dan harga bisa tinggi,” ujarnya.


Dengan adanya penurunan omzet, dia berharap subsidi pemerintah turun dan memenuhi sesuai kebutuhan masyarakat dapat memberikan stimulus kepada petani, pedagang, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Stimulus tersebut dapat berupa bantuan modal atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk menjaga keberlangsungan Pertanian. ( Ning ).

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update