Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rekonstruksi Pembunuhan Syukur Jaya Gori di Desa Saita Garamba, di Gelar Dipolres Nias.

Thursday, March 31, 2022 | 6:10 AM WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-31T13:10:45Z



GUNUNGSITOLI (Topsumut.Co) - Satreskrim Polres Nias menggelar rekonstruksi Pembunuhan yang terjadi pada Minggu 06/03/2022, di Desa Saitagaramba, An Syukur Jaya Gori adik kandung dari wartawan SIB Normalius Gori bertempat di Mapolres Nias, Kamis (31/3/2022).


Kegiatan yang dipandu oleh Penyidik Pembantu Bripka Yuskar Gulo, yang dihadiri, JPU kejaksaan negri Gunungsitoli, kuasa hukum tersangka (JG), Martin Surianto Buaya SH, dan  dihadiri keluarga korban, saksi-saksi, yang dilaksanakan di ruang tunggu satreskrim polres Nias.


Dari rekonstruksi adegan pemeran korban di perankan oleh Briptu Andi Simanungkalit, dalam adegan pertama yang di pandu oleh, Bripka Juskar Gulo, dari hasil pemeriksaan saksi saksi, korban  datang dan duduk di warung yang berdekatan dengan rumahnya di Desa Saitagaramba, Kecamatan Sogaeadu, Nias. Pelaku kemudian datang dan duduk berdekatan dengan korban.


Adegan selanjutnya, korban dan pelaku sama sama asyik main handphone (HP). Korban kemudian bicara dengan mengatakan, waktu dirinya kecil dia sering digertak, namun sekarang tidak bisa lagi karena sudah dewasa, " ucap korban menirukan adegan tersebut.


Pelaku bertanya kalimat itu ditujukan kepada siapa, korban menjawab,' kepada siapa saja yang merasa," Selanjutnya korban dan pelaku sama sama berdiri dan saling dorong hingga kaca jendela warung  milik Tobeyusu Dohare als Ama Sefi Dohare.


Tidak sampai disitu pelaku meremas dan menahan kerah baju korban, kemudian mengambil pisau yang terselip di pinggang pelaku dan menusukkan pisau miliknya beberaa kali ke bagian dada korban. Seketika itu korban  berlari ke rumahnya dengan berlumuran darah dan jatuh  terjerembab di depan pintu.


Saksi yang melihat Ina Rinto mengatakan, sempat mendengar pelaku beteriak degan nada keras mengatakan," Puas telah menusuk korban, sebab sudah lama dirinya memikirkan dan merencanakan hal ini,"ujar Ina Rinto menirukan, perkataan pelaku.


Saat itu juga  Abang korban dibantu warga sekitar, kemudian membawa korban ke puskesmas, namun sampai disana korban sudah meninggal dunia.


Di tempat terpisah, juru bicara keluarga korban, Olima Gori mengatakan, pada pembacaan keterangan rekonstruksi tersebut adanya keterangan yang janggal yakni, korban pada saat di dalam kedai Tobeyusu Dohare als Ama Sefi tidak membawa HP saat kejadian sebab HP sudah tertinggal di rumah," ujar Olima Gori


Kemudian keluarga korban menduga jika pembunuhan itu direncanakan sehingga baiknya dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, bukan pasal penganiayaan menyebabkan meninggal dunia. Alasannya, pelaku membawa pisau ke warung, kemudian beteriak mengatakan puas dan sudah lama merencanakannya.


KBO Satreskrim Polres Nias, Iptu Sugiabdi mengatakan, terkait pisau sebagai alasan keluarga korban meminta pelaku dijerat perencanaan membunuh, bisa saja pelaku dari kebun sehingga membawa pisau. Sementara soal pelaku berteriak dan senang setelah menusuk korban, Sugiabdi mengatakan biar proses hukum berjalan," ujar KBO Satreskrim Sugiabdi (Cobra)



No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update