Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rangkaian Semesta Dairi Memanggil, Pemkab. Dairi Mulai Budidaya Ihan Batak

Friday, July 29, 2022 | 8:20 AM WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-29T15:20:56Z


DAIRI   (Topsumut.Co)  -  Ihan Batak air tawar yang punya nilai budaya tinggi dari zaman dahulu yang biasa dimanfaatkan orang Batak dalam kegiatan budayanya, kini populasinya sudah semakin sedikit. Untuk itulah, pemerintah bersama Yayasan AUR  Dairi Menenggoi dan masyarakat selaku pemilik lahan bermitra. 


Hal tersebut disampaikan Bupati Dairi, Eddy Kelleng Ate Berutu saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan kolam konservasi Ihan Batak di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kamis (28/07/2022) . Dimana peletakan batu pertama tersebut dilakukan oleh Bupati Dairi,  Eddy Keleng Ate Berutu.


Sebagai mana diketahui, kegiatan tersebut adalah rangkaian kegiatan dari Semesta Dairi Memanggil yang kick offnya sudah dilakukan di Jakarta beberapa waktu lalu. Dan kegiatan tersebut diadakan  Pemkab. Dairi, melalui kolaborasi antar OPD, seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM .




Kegiatan tersebut merupakan  inisiasi dari Yayasan AUR Dairi Menenggoi, yang diketuai Dimitria yang prihatin atas keberadaan populasi Ihan Batak, sebagai ihan purba endemik Danau Toba. Hadir Juga dalam kegiatan ini Kepala OPD  dimaksud, Ketua TP PKK Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, Camat Silahisabungan, Kepala desa se-kecamatan Silahisabungan, Ketua Yayasan Dairi Menenggoi, Dimitry Berutu, salah seorang relawan, Arane Le Anne, PPL, serta warga Silahisabungan.


"Ada 2 bagian lagi yang membuat program ini sukses. pertama yayasan Aur Dairi Menenggoi yang menggagas dan menggulirkannya hingga hari ini dan masyarakat komunitas internasional yang peduli akan konservasi ini. Pemerintah concern, bersama mitra dan sepakat melestarikan dan mengembalikan populasi ihan ini. Ini akan lebih sukses karena masyarakat pun ingin terlibat, kami ada disini menandai awal dari upaya konservasi pelestarian ihan ini," ujar Eddy Berutu.


Eddy Berutu  mengungkapkan, dengan populasinya yang sudah sedikit, tidak salah jika harga ikan ini dipasaran sangatlah tinggi, sehingga Ihan tersebut bisa dijadikan sebagai ladang bisnis baru bagi masyarakat. 


"Harga ini jauh di atas harga - harga ikan budidaya di Danau Toba. Rata - rata sekarang harganya Rp 150 ribu per ekor. Jadi selain mengkonservasi Ihan, juga akan menunjang perekonomian masyarakat, sebagai bisnis baru nantinya," pungkas Eddy Berutu.


Ketua Yayasan Dairi Menenggoi, Dimitria menyampaikan bahwa, yayasan yang dipimpinnya ingin lebih memperkenalkan Dairi, sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat Dairi.


"Ada 2 hal yang menjadi concern kami bersama yayasan yakni kehidupan masyarakat Dairi, dimana kami ingin mengembangkan ekonominya dengan mengajak turis datang kesini, namun kami  melihat adanya keterancaman ekosistem ihan ini. Menurut kami ini adalah kesempatan besar untuk menggabungkan agrowisata dan wisata alam," ujarnya.    ( Nining ).

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update