Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkab Dairi Lakukan Gerakan Bangun Desa Unggul Mandiri.

Sunday, June 28, 2020 | June 28, 2020 WIB Last Updated 2020-06-28T07:24:08Z

DAIRI   (Topsumut.co)  Gerakan Bangun Desa Unggul Mandiri (Gerbang Duma) salah satu strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi dalam melakukan pengembangan desa di era digital yang mulai dikembangkan saat ini. Hal itu disampaikan oleh Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu yang menjadi narasumber utama dalam acara sharing session via zoom yang diselenggarakan oleh Swiss German University (SGU) ,Sabtu (27/6/2020).

Dalam pengembangan desa di era digital saat ini Pemkab.Dairi seperti halnya Pemerintah Pusat mengarahkan segala pembangunan mulai dari desa. Salah satu untuk menggerakan pembangunan tersebut di desa adalah adanya peran serta dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Dairi, hampir seluruhnya Kecamatan memiliki Bumdes.

Dan tantangan yang dihadapai saat ini untuk pengembangan desa di era digital ini, adalah  bagaimana agar Pemkab. Dairi dapat memastikan bahwa akses internet siap di setiap desa.Dan  bagaimana agar dapat menghadirkan platform digital untuk peningkatan perekonomian masyarakat desa serta menghadirkan smart farming di desa untuk pengembangan pengelolaan pertanian, perikanan serta peternakan

Salah satu strategi yang dilakukan oleh Pemkab. Dairi dalam pengembangan desa di era digital, adalah dengan melakukan Gerakan Bangun Desa Unggul Mandiri (Gerbang Duma), yakni satu Kecamatan satu Bumdes Unggul dan adanya Desa Kreatif Unggul.

Bupati Dairi, Dr.Eddy Kelleng Ate Berutu berharap melalui kegiatan sharing session tersebut Pemkab. Dairi dapat melakukan kerjasama dengan Swiss German University dalam hal pengembangan desa tentunya dengan melakukan berbagai studi kelayakan agar pengembangan desa tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Bupati Dairi juga menambahkan bahwa salah satu inisiatif mewujudkan desa digital adalah operasionalisasi Silalahi Digital Center di Desa Silalahi II yang merupakan kerjasama Public Private Partnership (PPP) dengan PT. Telkomsel akan diarahkan menjadi Co-Working space berupa sarana kerja dan kreasi dilengkapi dengan komputer dan jaringan internet untuk pengunjung, wisatawan dan masyarakat yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Sehingga memiliki keuntungan yang saat ini sangat penting, yaitu jejaring dan kolaborasi. Kerjasama antara PT. TeLin dan Swiss German University dalam bentuk Public Private Partnership dikatakannya adalah untuk menjadikan Digital Center ini menjadi percontohan sarana Desa Digital di Kabupaten Dairi.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Telin and Lecturer di Swiss German University Dr. Ir. Sukardi Silalahi, MBA dalam paparannya mengatakan salah satu kunci yang paling penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian suatu negara adalah pengembangan desanya harus berkembang dengan baik apalagi desa yang sudah berbasis digital. Ir. Sukardi menyampaikan bahwa beliau telah mendorong program CSR Baktiku Negeriku Telkomsel dengan mendirikan Digital Centre di Silalahi. Ia katakan dengan adanya masa pandemi covid-19 yang sedang dihadapi saat ini, era digital akan semakin berkembang dengan pesat yang membuat kita harus mengikuti perkembangan era digital tersebut.

Dalam webinar tersebut, , anggota DPD RI Badikenita Sitepu siap mendukung program Pemkab.Dairi khususnya dalam melakukan pengembangan desa di era digital saat ini.

Dalam sharing session tersebut, juga diikuti Mahasiswa Program Pasca Sarjana Swiss German University dan masyarakat Dairi yang ada di Jakarta. Yang menjadi moderator dalam sharing session tersebut adalah Dean of Faculty Business and Communication of SGU Dr. Nila K. Hidayat, SE, MM.



( Nining ).
×
Berita Terbaru Update