Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Soal AMP CV. Utama Tidak Kantongi Izin, Direktur : Kalau Dinas yang Bilang, Begitulah Adanya"

Friday, January 29, 2021 | January 29, 2021 WIB Last Updated 2021-01-29T15:31:15Z

Foto : Direktur CV. Utama, Sumarwan.



GUNUNGSITOLI (Topsumut.co) -Direktur CV. Utama, Sumarwan, tidak membantah pernyataan Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Yarniwati Gulo, beberapa waktu yang lalu, yang menyatakan bawah AMP milik CV. Utama yang berlokasi di Km. 9, Desa Ononamolo I Lot, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli belum memiliki atau kantongi izin atau rekomendasi.


“ Tidak mungkin saya mengucapkan itu (tidak memiliki izin), tapi kalau Dinas yang bilang, begitulah adanya,” ujar Direktur CV. Utama, Sumarwan, di Kantornya yang berlokasi di Jalan Arah Pelud Binaka, Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kamis (28/01/2021)sore.


Dia mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli memang sempat mengeluarkan izin atau rekomendasi AMP tersebut, namun dicabut kembali.


“ kenapa dicabut saya juga tidak tau, sementara sertifikat AMP juga sudah keluar dari provinsi,” terangnya.


Menurutnya, dalam mengeluarkan izin ataupun rekomendasi sebelum dicabut kembali oleh pihak Pemkot Gunungsitoli pasti sudah ada dasarnya.


“ Bukan segampang itu mengeluarkanya, sekda mengeluarkan izin RTRW, tapi ditarik kembali, kita tidak tau kenapa,” katanya.



Lanjut dia, sewaktu mengeluarkan izin atau rekomendasi untuk AMP tersebut, ia berkeyakinan jika pihak Pemkot Gunungsitoli sudah mengetahui itu lahan apa, bahkan sudah melakukan studi banding hingga ke Jakarta.


“mereka sudah sampai ke Medan, Jakarta hingga Kementerian Agraria, sudah dikeluarkan ditarik kembali, sudah segala macam biaya juga sudah kita keluarkan,” ketusnya



Kata Sumarwan, Pemko Gunungsitoli juga pernah menawarkan untuk pindah lokasi di daerah Gunungsitoli Utara.


“ Karena bertentangan dengan pemanfaatan ruang, pernah ditawarkan lokasi lain yakni di Gunungsitoli utara, selain itu juga pernah ada wacana akan merevisi tata ruang dalam RTRW,” katanya.


“Sebenarnya disana juga sudah ada lahan kita, hanya saja kalau pindah lokasi, itukan susah, pindahkan alat lagi,” imbuhnya. 


Saat Topsumut.co mempertanyakan mengenai produksi asphalt Hotmix di AMP tersebut selama beroperasi, terkait ada atau tidaknya disetorkan pajak ke daerah, Sumarwan berkilah tidak mengetahui secara pasti, karena hal tersebut secara teknis orang produksi yang lebih mengetahuinya.


Selain itu, sumarwan juga tidak membantah jika pihaknya telah mengerjakan beberapa proyek milik pemerintah dalam pembangunan jalan atau pemeliharaan jalan yang sumber keuangannya dari negara atau daerah.


(Cobra)

×
Berita Terbaru Update