Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Nias Utara Sebut "Nias Utara defisit Anggaran", Pimpinan DPRD tidak percaya

Friday, July 9, 2021 | July 09, 2021 WIB Last Updated 2021-07-10T06:07:52Z

 


NIAS UTARA  (Topsumut.co) - Kami tidak mudah percaya bila saudara Bupati mengatakan APBD Nias Utara pada TA 2021 mengalami defisit anggaran, tegas wakil ketua DPRD Nias Utara Fatizaro Hulu, saat diminta tanggapannya oleh awak media via selular, Rabu (7/7/21).


Terkait pernyataan Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu saat menemui beberapa pimpinan organisasi pemuda Nias Utara yang berdomisili di wilayah Jabodetabek mengatakan bahwa Nias Utara mengalami defisit anggaran, sebagaimana di lansir media ini sebelumnya. 


Saat diminta tanggapan wakil ketua DPRD Kabupaten Nias Utara Fatizaro Hulu via selular baru-baru ini oleh awak media, lebih terang Fatizaro menjelaskan : " memang saudara Bupati juga sudah tiga kali malah ke DPRD menyampaikan bahwa Nias Utara TA. 2021 itu defisit. Tapi itu belum bisa kami percayai, karna itu baru secara lisan", lanjutnya : " saya di rapat kerja DPRD dan pemerintah menyampaikan bahwa jika memang saudara Bupati berasumsi defisit, silahkan tulis surat ke DPRD jelaskan dimana defisitnya. Dan sampai hari ini, pemerintah belum memberikan surat yang menyatakan bahwa APBD TA 2021 defisit".


Fatizaro menambahkan : " kalau kami lihat, kebetulan sekarang sedang pembahasan pertanggungjawaban APBD TA 2020, dari pembahasan tersebut justru ada SILPA APBD 2020, sekitar 40 miliar. Itu dibuktikan dengan foto copy bukti setor masing-masing OPD ke BANK SUMUT. Sementara kegiatan APBD 2021 masih belum jalan, bagaimana kita tahu akan ada defisit kalau kegiatan belum dimulai ?  Jadi, ini memang dilematis", keluh Fatizaro. 


Perlu kita ketahui, lanjut Fatizaro : " APBD itu ibarat rumah besar, sementara P-APBD adalah renovasi. Pertanyaannya, bagaimana bisa melakukan kegiatan renovasi bila seandainya rumahnya saja belum dibangun ? Seperti itulah yang terjadi pada tahun sebelumnya. 


Maka dengan itu, kita berharap pemerintah daerah mengerjakan dulu apa yang bisa dikerjakan sesuai amanah Perda APBD, jadi jangan menunggu P-APBD karna setiap pembangunan yang ada didalam APBD itu, menimbulkan adanya PAD, dan masyarakat Nias Utara berhak menikmati pembangunan yang sudah dirumuskan dan ditetapkan oleh APBD. 


Disisi lain, dengan adanya pembangunan, maka perekonomian masyarakatpun berkembang seperti masyarakat yang memiliki material batu, pasir, kayu, dan sebagainya, demikian juga pemilik kendaraan angkutan material, sehingga semua akan membangkitkan lajunya pendapatan masyarakat",ujar Fatizaro. 


Hingga berita ini dilansir, awak media belum dapat menemui Bupati Amizaro Waruwu, dan berupaya untuk konfirmasi lebih lanjut. 


(Bung_zega)

×
Berita Terbaru Update