Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Unsur Sara, Pemilik Akun Condrat Sinaga Dipolisikan Warga Kabupaten Nias.

Sunday, October 17, 2021 | October 17, 2021 WIB Last Updated 2021-10-17T13:21:29Z


NIAS  (Topsumut.co) - Video amatir yang beredar dijejaring sosial Facebook dan WhatsApp yang diposting oleh akun bernama "CONDRAT SINAGA" yang diduga memuat unsur penghinaan suku dan agama (Sara) kepada suku Nias, Ramai menuai kritikan tajam dari berbagai kalangan.


Akibatnya, Salah seorang Tokoh Pemuda Kabupaten Nias (Darwis Zendrato) didampingi sejumlah pemuda lainnya menyambangi Mapolres Nias untuk membuat laporan polisi. Minggu (17/10/2021)


Dalam pelaporannya tersebut, Darwis Zendrato menilai bahwa ucapan dalam video yang diposting pemilik akun "Condrat Sinaga" berisikan muatan yang menghina dirinya dan masyarakat di kepulauan Nias sebagai suku Nias (Ono Niha) yang juga menikah dengan suku Batak.

"Saya datang kesini untuk melaporkan pemilik akun tersebut. Saya melihat itu akun asli dan bukan akun palsu. Saya menilai, Bahwa dia telah menghina martabat saya dan keluarga saya serta masyarakat yang bersuku Nias", Ucapnya


Menurut Darwis, Ucapan pemilik akun "Condrat Sinaga" adalah tidak benar dan itu fitnah.


Dalam konten videonya menyebut bahwa tarian budaya Nias telah dirasuki iblis dan setiap perempuan yang menikah dengan Pria suku Nias, Maka yang melayani malam pertama adalah mertuanya (Orangtua dari si pengantin pria).


"Ucapan dia melukai hati seluruh warga di kepulauan nias khususnya kami di Kabupaten Nias. Ucapan itu tidak benar dan itu hoax, tidak ada budaya yang memperbolehkan hal-hal yang berkaitan dengan ucapannya. Dalam budaya kami tidak ada budaya yang seperti dinyatakan condrat sinaga. Saya merasa video yang di unggahnya itu adalah pernyataan iblis", Katanya dengan nada marah.


Tokoh pemuda yang juga Mantan Anggota Legislatif ini mendesak Kapolres Nias untuk segera mengusut kasus ini. Tidak hanya itu, Dia juga meminta organisasi HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) agar turun tangan menyikapi permasalahan ini sebelum berlarut-larut dan berimbas kemanapun.


 "Saya minta pemilik akun itu ditangkap. Ucapan dia itu bila dikaji dari sisi manapun adalah memuat unsur-unsur penghinaan yang tidak bisa ditolerir. Saya juga menghimbau kepada masyarakat suku Nias agar tetap tenang dan mempercayakan masalah ini ke penegak hukum", Pintanya


Kapolres Nias melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Nias (IPTU Sugiabdi) Membenarkan adanya warga Kabupaten Nias yang melaporkan adanya dugaan penghinaan terhadap suku Nias.


"Benar, tadi ada warga yang melaporkan akun facebook milik (CS) yang berisikan penghinaan"', Katanya


Sugiabdi memberitahu bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terlapor dan atas laporan yang disampaikan, Tim penyidik akan melakukan tindakan - tindakan sesuai standar operasional yang berlaku.


Dia menghimbau agar masyarakat untuk tidak mudah terpancing atas isu-isu yang berkembang, dan berharap agar menghargai proses hukum yang sedang berjalan. 


Tidak hanya itu, Sugiabdi meminta agar masyarakat juga selalu berhati-hati menggunakan jejaring sosial, karena jarimu adalah harimaumu.


"Kasus ini sedang diselidiki. Saya minta agar kita tetap bersabar dan mohon juga agar kita tetap bijak menggunakan jejaring sosial", Tegasnya


Untuk diketahui, Sebuah rekaman video amatir tengah viral di media sosial oleh pemilik akun (Condrat Sinaga). Dalam videonya itu, Dia menyampaikan solusi holistik kepada Walikota Medan terkait kasus penganiyaan yang dialami pedagang sayur asal Nias oleh terduga preman yang terjadi di Pajak Gambir Kota Medan. 


Tidak hanya itu dia juga menyebutkan bahwa Budaya suku Nias seperti Tarian Perang yang bisa diintervensi oleh iblis/setan. Setelah itu, Dia menyampaikan adanya budaya pernikahan bahwa pengantin perempuan akan melayani mertuanya atau orang tua pria pengantin di malam pertama.  (Cobra)

×
Berita Terbaru Update