Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penanganan Kasus Korupsi Mangkrak, Kantor Kejaksaan Gunungsitoli Di demo

Thursday, November 28, 2019 | November 28, 2019 WIB Last Updated 2019-11-28T15:41:30Z


GUNUNGSITOLI - (Topsumut.co) Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, Sumatera Utara, disambangi lima puluhan aktivis yang mengatasnamakan dirinya LSM Gerakan Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) dengan melakukan aksi demo untuk mempertanyakan sejumlah laporan kasus korupsi dan laporan penyalahgunaan Dana Desa yang sudah lama mengendap, serta tidak responnya Kejaksaan terkait informasi temuan Desa Siluman. Kamis (28/11/2019) siang

"Kami menilai sejumlah laporan kasus dugaan korupsi asal Kabupaten Nias & Kabupaten Nias Barat tidak ada kemajuan sejak dilaporkan", Ucap Ketua DPW LSM GEMPITA Kepulauan Nias, Sabarman Zalukhu, Kepada wartawan usai menyampaikan orasinya.

Sabarman menuturkan adapun laporan korupsi yang mandek di Kabupaten Nias yakni terkait Pengadaan Bibit Karet Okulasi (PB 260) Tahun Anggaran 2016 di Dinas Pertanian.

Untuk di Kabupaten Nias Barat yakni Laporan dugaan korupsi Pembangunan unit sekolah baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun Anggaran 2016.

Serta sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan Tidak pekanya Kejaksaan soal informasi adanya Desa Siluman/Fiktif.

"Sebagai kontrol sosial, Kami berkewajiban mengingatkan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli (Futin Helena Laoli) agar tidak lamban dan berdiam diri atas semua laporan masyarakat itu. Kami menduga Ibu Kepala Kejaksaan sengaja mempeti-eskan kasus - kasus tersebut", Pungkasnya.

Sedangkan Kepala Kejari Gunungsitoli melalui Kasipidum Elisander Siagian, dalam menerima massa pendemo memberitahu pihaknya menampung dan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.

"Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Pimpinan", Ujarnya.

Pantauan wartawan dilapangan, Massa pendemo meletakkan bongkahan esbatu depan kantor Kejaksaan serta memberikan Raport merah sebagai tanda bahwa Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli telah gagal memimpin institusinya.

Usai memberikan Raport merah, Massa langsung membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat Kepolisian.

(Yas Gul)

×
Berita Terbaru Update