Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Balai Veteriner Medan Lakukan Penelitian Penyebab Ternak Babi Warga Mati di Kab Nisel

Thursday, April 23, 2020 | April 23, 2020 WIB Last Updated 2020-04-24T06:44:08Z



NISEL  (Topsumut.co)  Kepala Balai Veteriner Drh H Agustia MP di dampingi  Drh Angelina S Butar-Butar, beserta staf, melakukan kunjungan kerja, di kabupaten Nias Selatan dalam hal meninjau dan meneliti penyakit yang menyerang hewan ternak babi, di Kab Nias Selatan, kunjungan ini juga di hadiri, oleh Kepala Dinas Pertanian Kab Nisel, Drh Dameria Harefa yang di wakili oleh Kabid Peternakan S.Pt Masnidar Duha, Kamis 23/4/2020.


Kedatangan tim dari dinas pertanian propinsi, bertujuan melakukan penelitian kasus penyakit ternak babi yang baru-baru ini menyerang hewan peliharaan warga, melihat hal itu Dinas Pertanian Propinsi akan melakukan penelitian pada hewan ternak peliharaan warga.

Kunjungan tersebut di sambut baik oleh pemerintah kabupaten Nias Selatan yang dilaksanakan di kecamatan Somambawa, kasus kematian hewan ini banyak terjadi di wilayah kabupaten Nias Selatan,  di sebabkan oleh virus yang belum di ketahui jenisnya, biasanya ternak babi yang mati di sebabkan karna kolera, mengetahui hal itu Dinas Peternakan kabupaten Nias Selatan, menginformasikan hal ini di Dinas Peternakan Propindi untuk meneliti sebab- penyeba ternak warga mati, kematian hewan ternak tidak bisa di ketahui  di karenakan minimnya peralatan dari dinas peternakan kab Nisel, untuk memastikan sebab-penyebab matinya hewan ternak warga tidak bisa di ketahui penyebabnya, dan sekaligus bagaimana  mengatasi supaya hewan ternak babi, tetap sehat dan layak konsumsi.


Untuk itu Balai Veteriner Medan  berupaya melakukan penelitian, dengan mengambil sampel, untuk di teliti penyakit apa yang menyerang ternak babi warga.

Setelah melakukan penelitian, Kepala Balai Veteriner medan,  Drh H Agustia MP menghimbau."agar masyarakat yang hewannya terserang penyakit, supaya bangkai hewan yang mati, tidak di buang sembarangan, bila perlu hewan tersebut di kubur, supaya tidak menularkan penyakit kepada hewan lain, bila perlu ternak babi yang masih belum terserang penyakit supaya di amankan dengan cara tetap membersihkan kandangnya maupun hewannya, di berikan makanan yang cukup, jangan di biarkan masuk angin, yang bisa menimbulkan penyakit,"tutur Agustia.

Salah seorang warga menyambut baik, kegiatan tersebut dan mengharapkan supaya masalah penyakit yang menyerang hewan ternak babi warga dapat teratasi secepatnya dan pihak balai tetap memberikan informasi kepada kami warga, dan bisa mendapatkan solusi penanganan hewan yang terserang penyakit, yang belum kami ketahui sampai saat ini, apa penyebab matinya hewan ternak kami," harap warga yang tidak mau disebut namanya.



( MS.Duha)

×
Berita Terbaru Update